![]() |
| (Doc. Pewarta for Hariancendekia) Mahasiswa KKN Indonesia bersama peserta seminar internasional di Chariyatham Suksa Foundation School, Songkhla, Thailand. |
Seminar ini diinisiasi oleh lima mahasiswa Indonesia, yakni Rizka Aulia Hidayah, Adita Rayhan Alphard, Anisa Zulfa Adila, Anisma Pytri Oktavianti Rahayu, dan Sheva Syawaludin. Mereka berasal dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Islam Malang, Universitas Muhammadiyah Luwuk, Universitas Muhammadiyah Tangerang, serta Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA).
Kegiatan tersebut menjadi wujud kolaborasi akademik lintas kampus dan lintas negara yang digagas oleh mahasiswa. Sebanyak 100 peserta mengikuti seminar ini, dengan 60 peserta hadir secara langsung di Gedung Green Building Chariyatham Suksa Foundation School dan 40 peserta lainnya mengikuti secara daring. Peserta berasal dari Thailand, Malaysia, dan Indonesia, yang terdiri atas siswa dan tenaga pendidik.
Ketua pelaksana kegiatan, Adita Rayhan Alphard dan Rizka Aulia Hidayah, menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan membekali siswa dengan pemahaman komprehensif dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Melalui seminar ini, kami ingin mengajak siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pelajar yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital,” ujar mereka.
Seminar internasional ini menghadirkan empat pemateri dari berbagai negara yang menyampaikan perspektif global terkait pembelajaran di era digital. Salah satunya, Siti Wulan Asih, M.Pd. dari Indonesia, yang memaparkan strategi pembelajaran kreatif berbasis teknologi digital.
“Teknologi digital membuka peluang besar bagi siswa untuk belajar lebih kreatif dan mandiri, asalkan dimanfaatkan secara tepat,” jelasnya.
Sementara itu, pemateri dari Thailand, Ustaz Abdussakur bin Dina, menekankan pentingnya nilai etika dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi di kalangan pelajar.
“Kemajuan teknologi harus diiringi dengan penguatan karakter. Siswa perlu dibimbing agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Pemateri dari Malaysia serta kawasan Timur Tengah turut memberikan pandangan mengenai tantangan dan peluang pendidikan digital di era global. Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta dalam sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman lintas budaya.
Pihak Chariyatham Suksa Foundation School menyambut positif pelaksanaan seminar ini. Kegiatan tersebut dinilai memberikan wawasan baru bagi siswa sekaligus memperluas jejaring kerja sama pendidikan antarnegara, khususnya antara mahasiswa Indonesia dan lembaga pendidikan di Thailand.
Selain pemaparan materi, seminar ini juga dilengkapi sesi praktik dan presentasi siswa. Dalam sesi tersebut, siswa mempresentasikan ide, pandangan, dan pengalaman mereka dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pembelajaran kreatif.
Sesi presentasi berlangsung aktif dan mendapat respons positif dari para pemateri. Para siswa dilatih berpikir kritis, menyampaikan gagasan secara sistematis, serta berani tampil di forum internasional guna meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi akademik.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta memperoleh sertifikat internasional yang dapat dimanfaatkan sebagai portofolio akademik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Panitia berharap seminar internasional ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa serta menjadi kontribusi nyata mahasiswa Indonesia dalam pengembangan pendidikan global di era digital. (*)
__________
*) Pewarta: Mahasiswa KKN Internasional.
**) Seluruh isi berita, artikel, atau opini sepenuhnya tanggung penulis, tidak menjadi tanggungjawab redaksi.
