zmedia

Berbuka Puasa dengan Semangka, Buah yang Pernah Dikonsumsi Rasulullah dan Kaya Khasiat

(Doc. Canva) Ilustrasi buah semangka.
HARIANCENDEKIA, ARTIKEL - Bulan Ramadan identik dengan hidangan manis dan menyegarkan saat berbuka puasa. Di antara berbagai pilihan takjil, semangka kerap menjadi favorit karena kandungan airnya yang tinggi dan rasanya yang segar. Menariknya, dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa buah ini pernah dikonsumsi Rasulullah SAW, khususnya bersama kurma segar.

Lantas, bagaimana posisi semangka dalam tradisi Islam dan apa saja manfaat ilmiahnya bagi tubuh setelah seharian berpuasa?

Riwayat tentang Semangka dalam Sunnah

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Sunan Abu Dawud dan Jami at-Tirmidzi, disebutkan bahwa Rasulullah SAW memakan semangka bersama kurma segar. Riwayat tersebut disampaikan oleh Aisyah binti Abu Bakar RA.

Dalam hadis itu dijelaskan bahwa Rasulullah SAW menyeimbangkan “panasnya” kurma dengan “dinginnya” semangka. Para ulama menafsirkan istilah tersebut dalam kerangka ilmu kesehatan tradisional Arab yang berkembang pada masa itu, yakni konsep keseimbangan unsur dalam tubuh.

Namun, penting dicatat bahwa hadis tersebut tidak secara eksplisit menyebutkan keutamaan medis tertentu dari semangka. Para ahli hadis juga menekankan agar umat Islam tidak gegabah mengaitkan klaim kesehatan modern dengan teks hadis tanpa kajian ilmiah yang sahih. Yang dapat dipastikan, semangka adalah buah yang pernah dikonsumsi Nabi SAW dan tidak bertentangan dengan prinsip makanan halal dan baik (thayyib).

Kandungan Gizi Semangka

Dari sisi ilmiah, semangka (Citrullus lanatus) memiliki sejumlah kandungan nutrisi yang relevan untuk kebutuhan tubuh setelah berpuasa.

Sekitar 90–92 persen bagian semangka terdiri dari air. Kandungan ini sangat membantu proses rehidrasi tubuh yang kehilangan cairan selama kurang lebih 13–14 jam berpuasa. Selain itu, semangka mengandung:
  • Vitamin C yang berperan sebagai antioksidan dan mendukung sistem imun.
  • Vitamin A yang penting bagi kesehatan mata.
  • Kalium yang membantu menjaga keseimbangan elektrolit.
  • Lycopene, antioksidan kuat yang juga ditemukan dalam tomat dan dikenal baik untuk kesehatan jantung.
Menurut berbagai publikasi ilmiah di bidang nutrisi, lycopene berperan dalam menangkal radikal bebas serta mendukung kesehatan pembuluh darah. Kandungan ini menjadikan semangka bukan sekadar buah penyegar, melainkan juga sumber zat bioaktif yang bermanfaat.

Mengapa Cocok untuk Berbuka Puasa?

Setelah seharian tidak makan dan minum, tubuh mengalami penurunan kadar cairan dan energi. Berbuka dengan makanan tinggi air seperti semangka membantu proses adaptasi lambung sebelum menerima makanan yang lebih berat.

Tekstur semangka yang lembut juga relatif mudah dicerna. Kandungan gula alaminya—meski tetap harus dikonsumsi secara wajar—dapat membantu mengembalikan kadar glukosa darah secara bertahap.

Kombinasi semangka dan kurma, sebagaimana disebutkan dalam riwayat hadis, secara nutrisi pun cukup logis. Kurma kaya karbohidrat sederhana sebagai sumber energi cepat, sementara semangka membantu rehidrasi. Dalam perspektif gizi modern, kombinasi ini mencerminkan prinsip keseimbangan antara asupan cairan dan energi.

Tetap Perhatikan Porsi

Meski sehat, konsumsi semangka tetap perlu dikontrol. Kandungan gula alaminya dapat meningkatkan asupan kalori bila dikonsumsi berlebihan, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang mengontrol kadar gula darah.

Para ahli gizi menyarankan berbuka dengan porsi kecil terlebih dahulu, memberi jeda sebelum makan besar, serta memastikan asupan tetap seimbang antara karbohidrat, protein, lemak sehat, dan serat.

Antara Sunnah dan Gaya Hidup Sehat

Berbuka puasa dengan semangka bukan berarti menggantikan sunnah utama berbuka dengan kurma dan air. Namun, kehadiran semangka sebagai bagian dari menu berbuka dapat menjadi pilihan sehat yang sejalan dengan prinsip makanan baik dan menyehatkan.

Riwayat tentang kebiasaan Rasulullah SAW mengonsumsi semangka menunjukkan bahwa buah ini telah dikenal dan dikonsumsi sejak masa beliau. Sementara itu, temuan ilmiah modern menguatkan bahwa semangka memiliki manfaat hidrasi dan kandungan antioksidan yang signifikan.

Dengan memadukan pemahaman agama yang proporsional dan pengetahuan gizi yang berbasis sains, umat Islam dapat menjadikan momen berbuka puasa tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai langkah menjaga kesehatan tubuh secara berkelanjutan. [rin/roz]

*) Berbagai sumber

ApresiasiIstimewa
ADVERTISEMENTseedbacklink
WhatsApp