![]() |
| (Doc. Kompas.com) Petugas Gegana mengamankan barang bukti petasan rakitan dari lokasi ledakan. |
Temuan ini merupakan hasil penyisiran pasca-ledakan yang terjadi pada Senin (16/3/2026) malam dan mengakibatkan lima orang terluka.
Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Yoyok Hardianto, mengatakan puluhan petasan tersebut telah diamankan dan langsung dimusnahkan oleh tim Gegana. Petasan yang ditemukan memiliki ukuran cukup besar.
“Besar masing-masing petasan segenggam tangan,” ujar Yoyok saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan, seluruh petasan yang ditemukan sudah dalam kondisi siap meledak. Hal ini menunjukkan bahwa bahan peledak tersebut telah selesai dirakit di lokasi sebelum insiden terjadi.
“Sebanyak 26 petasan yang diamankan sudah siap meledak, karena telah rampung dirakit di lokasi ledakan,” katanya.
Ledakan yang terjadi di rumah milik Rofik pada Senin malam sekitar pukul 20.30 WIB itu menyebabkan lima orang mengalami luka-luka. Para korban yakni Iqbal (21), Robi (17), Mahes (16), Anam (18), dan UR (15).
Selain menimbulkan korban luka, ledakan juga merusak bangunan rumah yang diduga digunakan sebagai tempat meracik petasan rakitan.
Yoyok menambahkan, hingga kini pihak kepolisian belum dapat meminta keterangan dari para korban karena masih menjalani perawatan di RSUD Smart Pamekasan.
“Kami akan periksa para pelaku di rumah sakit,” ujarnya.
Sebelumnya, pada malam kejadian, tim Gegana juga telah mengamankan sejumlah bahan peledak lain di lokasi, seperti bubuk sulfur, residu bahan peledak, serta alat tumbuk yang digunakan dalam proses peracikan.
Seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian telah dimusnahkan guna mencegah potensi ledakan susulan.
“Barang bukti sudah dimusnahkan. Kami berharap kasus ledakan ini tidak terulang dan akan kami tindak tegas. Ini harus menjadi pelajaran bagi masyarakat,” kata Yoyok.
(rez/red)
