![]() |
| (Doc. Istimewa) Rektor Uniba Madura Prof. Rachmad Hidayat (dua dari kiri) saat me-launching program Innovative Collaborative Project di aula pesantren kampus setempat, Jumat (27/2). |
Peluncuran program tersebut ditandai dengan launching ceremony sekaligus serah terima 100 stan toko yang akan digunakan mahasiswa sebagai sarana praktik kewirausahaan.
Rektor Uniba Madura, Prof. Rachmad Hidayat, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran teori dan praktik secara langsung di lapangan.
“Program ini menjadi wadah praktik kewirausahaan mahasiswa melalui perpaduan pembelajaran teori dan praktik lapangan,” ujarnya.
Ia menuturkan, pada tiga minggu awal, mahasiswa akan mendapatkan penguatan materi teoretis di kampus sebelum terjun langsung ke lapangan.
“Pada pekan keempat, mereka langsung terjun ke lapangan untuk mengelola usaha secara nyata,” terangnya.
Sebanyak 1.000 mahasiswa lintas semester dan program studi akan ditempatkan di 100 stan yang berada di Blok A lantai 2 Pasar Anom Baru Sumenep. Setiap stan akan dikelola oleh kelompok berisi 10 mahasiswa.
“Mereka akan berkolaborasi menjalankan bisnis secara langsung, baik secara daring maupun luring, dan dijadwalkan aktif setiap hari hingga Juni mendatang,” jelasnya.
Seluruh fasilitas penunjang, termasuk stan dan sarana usaha, disiapkan bersama mitra, yakni BPRS Bhakti Sumekar. Hal ini bertujuan agar mahasiswa dapat fokus mengembangkan usaha.
Menurut Prof. Rachmad, program ini tidak hanya memberikan pengalaman berdagang, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan manajemen usaha, kerja tim, serta strategi pemasaran.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep dan BPRS Bhakti Sumekar atas dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Harapannya, mereka tidak hanya mampu mencari kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja,” pungkasnya.
(rin/red)
