![]() |
| (Doc. Istimewa) Syahda Novia terima sertifikat golden ticket Unair jalur SNBP |
Kebahagiaan tak terbendung dirasakan Syahda usai menerima sertifikat kelulusan melalui jalur golden ticket. Ia menjadi satu dari tiga siswa yang berhasil masuk Fakultas Kedokteran Unair melalui jalur tersebut.
“Senang bukan main. Mengingat FK Unair adalah tujuan banyak lulusan SMA, saya menjadi salah satu yang lolos tanpa tes. Alhamdulillah,” ujar Syahda.
Syahda bukan siswa biasa. Ia tercatat sebagai peringkat eligible 1 di sekolahnya serta hafidzah 30 juz Al-Qur’an. Prestasi akademik dan non-akademiknya juga menonjol, di antaranya meraih medali perunggu Thailand International Mathematic Olympiad (TIMO) dan Airlangga Science Olympiad (ASO).
Berbekal capaian tersebut, ia mantap mendaftar golden ticket Unair. Keputusan itu membuahkan hasil setelah melalui seleksi ketat.
“Sebenarnya keinginan jadi dokter baru muncul kelas XII. Namun dari dulu saya ingin, ilmu apapun yang saya punya harus bermanfaat buat keluarga, orang sekitar dan lingkungan,” jelas gadis kelahiran Malang itu.
Syahda menjadi bagian dari 68 siswa yang menerima golden ticket Unair tahun ini. Seleksi berlangsung ketat dengan melibatkan 1.690 sekolah dari seluruh Indonesia dan total 3.855 pendaftar.
Rektor Unair, Prof Dr Muhammad Madyan, menyebut tingginya jumlah pendaftar mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan Unair.
“Antusiasme pendaftar golden ticket tahun ini sangat tinggi. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di Unair,” ungkapnya.
Untuk menjaga objektivitas, Unair menerapkan sistem seleksi berbasis kuadran yang mengombinasikan capaian akademik dan prestasi non-akademik.
“Kuadran ini menggambarkan kombinasi antara capaian akademik atau Akademik Excellent dan Prestasi Excellent, sehingga penilaian dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan adil,” jelasnya.
Ia merinci, dari proses seleksi awal terdapat 207 siswa masuk Kuadran 1 dan 68 siswa masuk Kuadran 2. Kandidat di Kuadran 2 inilah yang diusulkan sebagai penerima golden ticket jalur SNBP.
“Bagi peserta yang masuk di dalam kuadran 2, itulah yang diusulkan untuk mendapatkan golden ticket jalur SNBP,” ujarnya.
Prof Madyan menambahkan, proses seleksi lanjutan tetap penting untuk memastikan kandidat terbaik terpilih secara objektif. Ia juga menyebut para penerima golden ticket tengah diusulkan ke Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di Jakarta.
“Kepada The Next Ksatria Airlangga, kami ucapkan semoga sukses dalam mempersiapkan jenjang pendidikan selanjutnya di Unair,” katanya.
Bagi siswa yang belum lolos melalui jalur ini, Unair membuka peluang melalui jalur lain seperti SNBT dan seleksi mandiri dengan berbagai skema.
“Jangan pernah menyerah untuk meraih apa yang dicita-citakan. Masih banyak jalur untuk masuk ke Universitas Airlangga,” pungkasnya.
(adv/red)
