zmedia

Usia Masuk SD 2026 Dirombak, Anak Tak Harus Tunggu 7 Tahun Lagi

(Doc. Diego Verges Photo/Pinterest) Ilustrasi anak SD 7 Tahun masuk sekolah
Hariancendekia.com - Perubahan besar terjadi dalam aturan masuk Sekolah Dasar (SD) tahun 2026. Pemerintah kini tak lagi menjadikan usia 7 tahun sebagai syarat mutlak bagi calon murid baru.

Melalui regulasi terbaru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberi ruang lebih fleksibel bagi anak yang dinilai sudah siap belajar meski usianya belum genap 7 tahun.

Kebijakan ini langsung menjadi perhatian banyak orang tua. Sebab selama ini, usia sering menjadi penentu utama saat pendaftaran SD.

Aturan Baru Usia Masuk SD 2026

Perubahan tersebut tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Dalam aturan baru itu, pemerintah menetapkan tiga kategori usia calon murid SD.

Anak yang sudah berusia 7 tahun pada 1 Juli tetap menjadi prioritas utama penerimaan.

Namun, anak yang genap berusia 6 tahun pada tanggal tersebut kini juga diperbolehkan langsung mendaftar tanpa syarat tambahan.

Tak hanya itu, anak usia paling rendah 5 tahun 6 bulan juga masih memiliki peluang masuk SD. Tetapi ada ketentuan khusus yang harus dipenuhi.

Anak di Bawah 6 Tahun Harus Lewat Verifikasi

Bagi calon murid berusia 5 tahun 6 bulan, pemerintah mewajibkan adanya bukti kesiapan belajar.

Orang tua harus melampirkan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional untuk menunjukkan bahwa anak memiliki kecerdasan atau bakat istimewa serta kesiapan psikis mengikuti pembelajaran di SD.

Jika daerah tersebut belum memiliki layanan psikolog profesional, rekomendasi dapat digantikan oleh dewan guru dari satuan pendidikan terkait.

Ketentuan ini dibuat agar anak tidak sekadar “dipaksa cepat sekolah”, tetapi benar-benar siap secara mental dan emosional.

Fokus Tak Lagi Sekadar Umur

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa kesiapan anak menjadi faktor utama dalam penerimaan murid baru.

Artinya, pemerintah mulai menggeser pendekatan dari sekadar hitungan usia menuju kesiapan belajar anak secara menyeluruh.

Kebijakan ini dinilai sejalan dengan kondisi banyak anak yang memiliki perkembangan berbeda-beda. Ada yang cepat beradaptasi dan siap belajar sejak usia dini, tetapi ada pula yang membutuhkan waktu lebih panjang.

Orang Tua Diminta Tak Terburu-buru

Meski aturan kini lebih fleksibel, para orang tua tetap diminta tidak terburu-buru memasukkan anak ke SD hanya karena usia sudah memenuhi syarat.

Kemampuan bersosialisasi, fokus belajar, kemandirian, hingga kesiapan emosional tetap menjadi hal penting yang harus diperhatikan sebelum anak masuk sekolah dasar.

Sebab pada akhirnya, masuk SD bukan soal siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang paling siap menghadapi proses belajar jangka panjang.

(rin/red)
-Advertisement-