![]() |
| Ahmad Zaki Munibi mempresentasikan riset pemanfaatan AI untuk pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah wilayah rural pada ICDEL 2026 di Hangzhou, Foto. Istimewa |
Zaki mengikuti konferensi melalui jalur invitation letter dengan membawa penelitian yang dilakukan di Kepulauan Aru, Maluku. Penelitiannya menyoroti peluang sekaligus tantangan penerapan teknologi AI dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di daerah terpencil.
Keikutsertaan Zaki dalam ICDEL 2026 mendapat dukungan dari Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (PUSLAPDIK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Menurut Zaki, forum internasional tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan persoalan pendidikan di wilayah rural Indonesia kepada komunitas akademik dunia.
> "Riset ini berangkat dari kebutuhan nyata di daerah rural. Teknologi AI memiliki potensi besar untuk membantu pembelajaran bahasa Inggris, tetapi penerapannya harus disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur, guru, dan kondisi siswa," ujar Zaki.
Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumentasi pembelajaran yang melibatkan guru Bahasa Inggris serta siswa pengguna multimedia berbasis AI.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI multimedia dengan pendekatan neuroeducation mampu membantu siswa memahami teks Bahasa Inggris yang lebih kompleks. Selain itu, pendekatan tersebut meningkatkan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran dan mendorong kemandirian belajar.
Meski demikian, penelitian juga mengungkap sejumlah kendala dalam implementasi teknologi di sekolah wilayah kepulauan. Keterbatasan akses internet yang belum stabil serta minimnya perangkat pembelajaran masih menjadi hambatan utama dalam pemanfaatan AI secara optimal.
Zaki menilai temuan tersebut perlu menjadi perhatian para pemangku kebijakan pendidikan. Menurutnya, inovasi teknologi tidak cukup hanya diperkenalkan kepada sekolah, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan infrastruktur, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan desain pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
ICDEL merupakan konferensi internasional yang membahas pendidikan jarak jauh, teknologi pembelajaran, riset pendidikan, serta pengembangan kebijakan pendidikan. Kehadiran Zaki dalam forum tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi akademisi Indonesia dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi yang inklusif.
Melalui risetnya, Zaki menegaskan bahwa pemanfaatan AI tidak hanya relevan diterapkan di sekolah perkotaan. Dengan dukungan infrastruktur, pelatihan, dan kebijakan yang memadai, teknologi AI juga berpotensi menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah-sekolah wilayah rural dan kepulauan Indonesia.
(red)
