![]() |
| (Doc. AFP) Duel sengit Argentina melawan Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 |
Namun, kemenangan Argentina justru dibayangi sejumlah keputusan kontroversial wasit Francois Letexier yang menjadi sorotan sepanjang pertandingan. Sedikitnya ada tiga momen penting yang memicu perdebatan di kalangan pemain, komentator, hingga suporter.
Penalti Argentina Dipertanyakan
Kontroversi pertama muncul pada babak pertama ketika Argentina memperoleh hadiah penalti setelah Nicolas Tagliafico terjatuh dalam duel dengan Haissem Hassan di kotak terlarang.
Keputusan wasit langsung menuai protes karena kontak dinilai sangat minim. Meski demikian, Mesir akhirnya terhindar dari kebobolan setelah Lionel Messi gagal menuntaskan eksekusi penalti. Tendangan kapten Argentina berhasil dibaca dan ditepis kiper Mostafa Shobeir.
Gol Mesir Dianulir Setelah Tinjauan VAR
Drama kembali terjadi pada menit ke-58 saat Mostafa Ziko sempat mencetak gol usai menerima umpan Mohamed Salah. Gol tersebut semula membuat Mesir menjauh, tetapi akhirnya dianulir setelah VAR merekomendasikan peninjauan ulang.
Wasit menyatakan terdapat pelanggaran terhadap Lisandro Martinez dalam proses awal serangan. Keputusan itu memancing perdebatan karena sebagian pihak menilai insiden tersebut berada di luar ruang lingkup VAR.
Meski begitu, ketentuan Laws of the Game yang diterbitkan IFAB memperbolehkan VAR meninjau pelanggaran tim penyerang dalam fase yang mengarah langsung pada terciptanya gol, termasuk pelanggaran, handball, maupun offside.
Penalti untuk Salah Tak Diberikan
Kontroversi terbesar hadir pada masa injury time. Pada menit ke-94, Mohamed Salah terjatuh di kotak penalti Argentina setelah berduel dengan Julian Alvarez.
Tayangan ulang memperlihatkan kaki Alvarez tampak mengait kaki kanan Salah. Pemain Mesir langsung meminta penalti, tetapi Letexier memilih melanjutkan pertandingan. Yang semakin mengundang tanda tanya, wasit juga tidak melakukan peninjauan langsung melalui monitor VAR.
Rangkaian keputusan tersebut membuat duel Argentina kontra Mesir menjadi salah satu pertandingan paling kontroversial di babak 16 besar Piala Dunia 2026, sekaligus memicu kembali perdebatan mengenai penerapan VAR dalam laga-laga penting.
(rin/red)
