Harian Cendekia

Mahasiswa KKN Kelompok 28 UTM Bersama Warga Desa Pakong Kembangkan Kompos dan POC Variatif Berbasis Daun Kelor dan Ampas Kopi

(Doc. Istimewa) Mahasiswa KKN Kelompok 28 UTM bersama warga Desa Pakong mempraktikkan pembuatan kompos dan pupuk organik cair (POC) berbasis daun kelor dan ampas kopi di TPS 3R Desa Pakong, Pamekasan
Hariancendekia.com | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 28 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar pelatihan pengolahan sampah organik bersama warga Desa Pakong, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Senin (6/7/2026), di TPS 3R Desa Pakong.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan inovasi pembuatan kompos dan pupuk organik cair (POC) variatif berbasis daun kelor dan ampas kopi sebagai upaya mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna sekaligus bernilai ekonomi.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa KKN memaparkan tahapan pembuatan kompos dan POC variatif, mulai dari pemilahan bahan organik, pencacahan, pencampuran bahan, penambahan aktivator, hingga proses fermentasi dan perawatannya. Setelah sesi pemaparan, peserta mengikuti praktik secara langsung menggunakan daun kelor, ampas kopi, dan berbagai limbah organik rumah tangga sehingga memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan secara mandiri.

Perangkat Desa Pakong, Bapak Darut Tamam, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai mampu memberikan solusi dalam pengelolaan sampah organik di desa.

"Program yang dilaksanakan adik-adik KKN UTM ini sangat bagus dan bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi Desa Pakong sudah memiliki fasilitas TPS 3R yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengolahan sampah, sehingga program ini sangat relevan untuk terus dikembangkan. Harapan kami, program ini terus dikawal hingga benar-benar berjalan dengan baik dan dapat menjadi produk unggulan Desa Pakong. Meskipun masa KKN telah berakhir, kami berharap komunikasi dan koordinasi tetap terjalin agar program ini terus berkelanjutan," ujar Darut Tamam.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta aktif berdiskusi mengenai teknik pengolahan sampah organik, pemanfaatan daun kelor dan ampas kopi sebagai bahan tambahan, serta peluang pengembangan kompos dan POC sebagai produk yang mendukung pertanian ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 28 UTM, Muhammad Gufron, menegaskan komitmen tim KKN untuk terus mendampingi masyarakat dalam memastikan program tersebut berjalan secara berkelanjutan.

"Kami berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dan Pemerintah Desa Pakong agar program pengolahan sampah organik ini dapat berjalan dengan baik. Harapan kami, inovasi kompos dan POC variatif berbasis daun kelor dan ampas kopi ini tidak hanya menjadi kegiatan selama KKN, tetapi dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan, pertanian, dan menjadi produk unggulan Desa Pakong," ujar Muhammad Gufron.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Pakong, dan masyarakat, program tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun sistem pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan. Selain mengurangi timbunan sampah, inovasi tersebut juga diharapkan mampu menghasilkan pupuk organik yang bermanfaat bagi sektor pertanian serta memperkuat potensi Desa Pakong sebagai desa yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

(adv)
-Advertisement-