![]() |
| Lindah dan Taruna bersama buah hati usai sidang skripsi, Foto: IG @infomalangan |
Meski menjalani jadwal sidang yang berbeda, keduanya saling bergantian menjaga buah hati di luar ruang ujian. Cara sederhana itu memastikan masing-masing bisa fokus menghadapi sidang tanpa mengabaikan tanggung jawab sebagai orang tua.
Perjuangan yang Berbuah Manis
Momen paling mengharukan terjadi ketika Lindah dinyatakan lulus. Tim dosen penguji yang terdiri dari Dr. Farid Rusman, Dr. Winda Hardyanti, dan Dr. Zen Amirudin kemudian mengundang Taruna beserta sang bayi masuk ke ruang sidang.
Suasana yang semula berlangsung formal berubah menjadi penuh kehangatan. Kehadiran keluarga kecil tersebut menjadi simbol bahwa keberhasilan akademik tidak hanya diraih melalui kerja keras individu, tetapi juga dukungan dari orang-orang terdekat.
Peristiwa ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi dari para dosen terhadap perjuangan pasangan muda tersebut yang tetap konsisten menyelesaikan pendidikan di tengah kesibukan mengasuh anak.
Profesional Meski Berstatus Pasangan
Ada fakta menarik di balik perjalanan akademik keduanya. Walaupun sama-sama dibimbing oleh Dr. Farid Rusman, dosen pembimbing tersebut mengaku baru mengetahui bahwa Lindah dan Taruna merupakan pasangan suami istri.
Selama proses penyusunan skripsi, keduanya tetap menjalani bimbingan secara profesional. Mereka tidak pernah memanfaatkan hubungan pribadi untuk memperoleh perlakuan khusus dalam proses akademik.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa integritas tetap menjadi prioritas, sekaligus membuktikan bahwa hubungan keluarga dapat berjalan seiring dengan profesionalisme di lingkungan kampus.
Inspirasi bagi Mahasiswa
Kisah Lindah dan Taruna menjadi gambaran bahwa tantangan kuliah tidak selalu menjadi penghalang untuk menyelesaikan pendidikan. Dengan komunikasi yang baik, pembagian peran yang seimbang, dan saling mendukung, berbagai keterbatasan dapat dihadapi bersama.
Pencapaian mereka bukan hanya tentang kelulusan skripsi, tetapi juga tentang semangat untuk terus berkembang di tengah tanggung jawab sebagai orang tua. Kisah ini menjadi inspirasi bahwa pendidikan dapat tetap diraih tanpa mengesampingkan peran dalam keluarga, selama ada tekad, disiplin, dan kerja sama yang kuat.
(red)
