![]() |
| Universitas Republik Indonesia, Foto. Istimewa |
Universitas Khusus untuk Menyiapkan Pemimpin Indonesia
Gubernur Universitas Republik Indonesia, Donny Ermawan, mengatakan URI dibentuk sebagai bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia unggul yang akan mengisi posisi strategis di masa depan.
Menurutnya, Presiden Prabowo menginginkan sistem pendidikan kepemimpinan yang terintegrasi dari berbagai jenjang, mulai dari pendidikan dasar, menengah, perguruan tinggi hingga pelatihan di lingkungan pemerintahan.
"Beliau ingin mengkonsolidasikan, mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini," kata Donny, sebagaimana dikutip CNN Indonesia.
Donny menjelaskan URI memiliki kesinambungan dengan program Sekolah Unggulan Garuda. Ke depan, pemerintah juga akan membangun kampus URI yang terhubung dengan Lembaga Administrasi Negara sebagai bagian dari sistem pendidikan kepemimpinan nasional.
Ditargetkan Miliki 10 Kampus
Dalam pengembangannya, URI ditargetkan memiliki 10 kampus yang berfungsi sebagai pusat pembinaan dan pendidikan calon pemimpin.
Donny mengatakan seluruh program tersebut diarahkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang nantinya akan berkiprah di pemerintahan maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Saat ini, kampus utama URI direncanakan dibangun di kawasan Bogor, tepatnya di bekas lahan perkebunan sawit milik PTPN. Sementara proses operasional sementara masih berlangsung di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta.
Meski memiliki fokus pada pendidikan kepemimpinan, URI tetap akan beroperasi layaknya perguruan tinggi pada umumnya dan menghasilkan lulusan bergelar sarjana.
LAN Diperkuat, Tak Hanya Melatih ASN
Donny juga mengungkapkan struktur URI akan membawahi Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan yang kemudian mengelola Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, serta Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Menurutnya, peran LAN akan diperluas. Jika selama ini lembaga tersebut berfokus pada pengembangan aparatur sipil negara (ASN), nantinya LAN juga akan bertanggung jawab menyiapkan calon pegawai dan pemimpin di lingkungan BUMN.
"Kalau selama ini melaksanakan khususnya pembinaan untuk ASN, nantinya akan kita tambahkan juga untuk BUMN. Jadi penyiapan karyawan untuk BUMN juga akan dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara," ujar Donny.
Sudah Melatih Ratusan Pegawai BUMN
Meski baru diresmikan, aktivitas URI disebut telah berjalan. Mengutip CNN Indonesia, lembaga tersebut saat ini sedang memberikan pelatihan kepada 399 pegawai baru BUMN.
Program itu difokuskan pada pembentukan karakter, integritas, serta kepemimpinan sebagai bekal bagi para peserta dalam menjalankan tugas di masa mendatang.
Adapun pembiayaan penyelenggaraan URI sepenuhnya akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Mengadopsi Model Pendidikan Kepemimpinan Negara Maju
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan konsep URI disusun dengan mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan yang telah diterapkan di sejumlah negara.
Ia mencontohkan Prancis yang memiliki École nationale d'administration (ENA), yang kini telah bertransformasi menjadi Institut National du Service Public (INSP) sebagai lembaga pendidikan bagi calon pejabat pemerintahan.
Menurut Prasetyo, di sejumlah negara, pejabat pemerintahan, pimpinan BUMN hingga kepala daerah umumnya diwajibkan mengikuti pendidikan di lembaga khusus tersebut sebelum menduduki jabatan strategis.
"Semua pejabat pemerintahan, semua pejabat BUMN, bahkan pejabat gubernur, bupati itu harus masuk atau pernah mengikuti pendidikan itu, satu lembaga," kata Prasetyo.
Melalui konsep serupa, pemerintah berharap para calon pemimpin Indonesia tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga wawasan kebangsaan yang kuat sehingga mampu menjalankan amanah untuk kepentingan bangsa dan negara.
(red)
