Harian Cendekia

Mahasiswa Unpad Sabet Prestasi Nasional-Internasional, Bawa Inovasi Pengolah Limbah Tekstil

Mahasiswa Unpad meraih prestasi di ajang nasional dan internasional, Foto. Unpad
Hariancendekia.com | Sejumlah mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional pada Juni 2026. Prestasi itu diraih melalui ONMIPA-PT 2026 di Surabaya dan kompetisi inovasi di Shanghai.

Pada ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026, dua mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unpad berhasil membawa pulang penghargaan.

Muhammad Novrizal Akmal dari Program Studi Matematika meraih Medali Perak Bidang Matematika. Sementara Muhammad Hartsa Adnan dari Program Studi Kimia mendapat Honorable Mention Bidang Kimia.

Kompetisi tersebut digelar di Universitas Airlangga, Surabaya, pada 8-12 Juni 2026. Novrizal mengatakan capaian itu tidak lepas dari persiapan selama beberapa bulan.

“Selama persiapan banyak membaca ulang materi-materi yang akan dilombakan juga mengikuti pembinaan yang memang disediakan prodi. Latihan soal secara mandiri juga dilakukan agar lebih matang lagi persiapannya,” ujar Novrizal, dilansir dari laman resminya.

Persiapan tersebut juga menghadapi tantangan. Novrizal harus membagi waktu antara latihan kompetisi, tugas, dan jadwal perkuliahan.

Menurut dia, kondisi itu justru menjadi pengalaman untuk meningkatkan kemampuan mengatur waktu dan kedisiplinan. Program studi turut memberikan pembinaan rutin serta menghadirkan pembimbing eksternal untuk memperkaya perspektif dalam menyelesaikan soal.

Di tingkat internasional, enam mahasiswa Unpad meraih Gold Medal dan Special Award dalam The Shanghai International Invention and Expo at the 12th China (Shanghai) International Technology Fair, Shanghai, 11-13 Juni 2026.

Tim tersebut terdiri atas Prisilia Dita Sepirasari, Muhamad Hisyam Az-Zahran, Ayesha Humayra Fayyaza, Nurhaliza Syabila Amir Putri, Muhammad Nur Fitriansyah, dan Nelson Indarto Suwarno.

Mereka membawa inovasi MICAPTURE, sistem berbasis microbial fuel cell yang memanfaatkan eco-enzyme hasil fermentasi limbah organik untuk membantu mengolah limbah tekstil sekaligus menghasilkan bioelektrisitas.

Inovasi tersebut juga terintegrasi dengan Internet of Things (IoT) untuk memantau proses penguraian pewarna sintetis methylene blue yang umum digunakan industri tekstil.

Prisilia mengatakan pengalaman di Shanghai tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga komunikasi, pemecahan masalah, dan adaptasi.

Ke depan, tim menargetkan publikasi inovasi di jurnal Q1 serta mematenkan produk tersebut. Kepada mahasiswa Unpad, Prisilia berpesan agar berani mencoba dan tidak menunggu sempurna untuk memulai.

“Tidak perlu menunggu untuk menjadi sempurna dulu untuk mencoba, karena kalau menunggu sempurna kita tidak akan pernah mulai untuk coba banyak hal,” jelas Prisilia.

(*/red)