![]() |
| Mahasiswa Psikologi Unair mengikuti Yonsei Winter Program di Korea Selatan, Foto. Humas Unair |
Hariancendekia.com | Tiga mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) merasakan pengalaman belajar internasional lewat Yonsei Winter Program di Yonsei University, Korea Selatan, pada 26 Desember 2025 hingga 16 Januari 2026.
Mereka adalah Febry Damayanthi, Azka Fatiyyah, dan Aleandra Maritza. Selama program, ketiganya mengikuti pembelajaran bersama mahasiswa dari berbagai negara sekaligus mengenal budaya dan perspektif baru.
Bagi Aleandra, memasuki lingkungan akademik internasional sempat memunculkan tekanan. Ia membayangkan akan bertemu mahasiswa yang sangat ambisius dengan ritme belajar yang jauh lebih intens.
Namun, anggapan itu berubah setelah beberapa hari mengikuti kegiatan. Lingkungan belajar di Yonsei justru dirasakan suportif dan tetap menyenangkan, meski mendorong mahasiswa untuk terus berkembang.
Pengalaman akademik menjadi salah satu bagian yang paling berkesan. Para mahasiswa menikmati cara dosen menyampaikan materi secara detail dengan metode pembelajaran yang interaktif.
Mata kuliah Psikologi Sosial menjadi salah satu kelas yang paling menarik. Pembelajaran tidak hanya mengandalkan buku teks, tetapi juga menggunakan permainan, film, humor, dan interaksi langsung untuk mengeksplorasi konsep psikologi.
Pendekatan tersebut membuat suasana kelas terasa lebih hidup. Tugas-tugas yang diberikan juga dinilai dekat dengan eksplorasi khas bidang psikologi sehingga proses belajar tidak terasa monoton.
Meski demikian, mengikuti perkuliahan dalam lingkungan multinasional bukan tanpa tantangan. Language barrier menjadi salah satu kendala, terutama saat mahasiswa harus memahami bahasa Inggris dengan beragam aksen.
Di luar kelas, interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara justru membuka pengalaman baru. Percakapan berkembang dari persoalan akademik dan budaya hingga isu sosial serta politik yang tengah terjadi di negara masing-masing.
Kehidupan di Korea Selatan dan atmosfer Yonsei University pun memberikan gambaran langsung tentang lingkungan pendidikan internasional. Para peserta melihat bagaimana proses belajar dapat berjalan beriringan dengan kolaborasi dan pertukaran perspektif.
Pengalaman itu tidak berhenti pada materi perkuliahan. Setiap pertemuan dan percakapan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memperkaya pengalaman akademik sekaligus personal.
Program tersebut juga sejalan dengan komitmen Unair terhadap SDG 4 (Quality Education) melalui pengalaman pendidikan berwawasan global serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi lintas negara. (Red)
