Harian Cendekia

Haornas 2026, FIK UM Perkuat Peran Kampus Bangun Masyarakat Aktif dan Bugar

FIK UM memperkuat peran kampus dalam membangun budaya olahraga, Foto. Istimewa
Hariancendekia.com | Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 menjadi momentum Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (FIK UM) memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang aktif, sehat, dan bugar.

Mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”, FIK UM menilai olahraga harus ditempatkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar mengejar prestasi dan medali.

Dekan FIK UM Prof. Dr. Sapto Adi, M.Kes., mengatakan olahraga memiliki dimensi luas karena berkaitan dengan pembentukan sumber daya manusia, kesehatan, karakter, hingga produktivitas.

“Seorang juara sejati merupakan paket komplit yang memiliki knowledge yang bagus, attitude disiplin, dan kemampuan berinteraksi yang baik,” tegas Sapto.

Menurut dia, budaya olahraga membutuhkan ekosistem yang kuat melalui pendidikan, penelitian, pembinaan prestasi, serta kebijakan berbasis kebugaran.

FIK UM kini memperkuat peran tersebut melalui pengembangan pendidikan dan riset. Empat program studi sarjana telah meraih akreditasi Unggul, sementara satu program studi telah mengantongi akreditasi internasional.

Pembelajaran juga melibatkan praktisi dari pemerintahan, fasilitas kesehatan, KONI, klub olahraga, hingga pusat kebugaran agar kompetensi mahasiswa semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Di bidang riset, FIK UM mengarahkan penelitian pada hasil yang dapat diterapkan. Sejumlah riset telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan dimanfaatkan KONI, pelatih, serta institusi pendidikan.

Salah satu program yang dikembangkan ialah pengukuran kebugaran jasmani mahasiswa baru. Data tersebut menjadi dasar untuk merancang model kebijakan kebugaran di lingkungan universitas.

Meski menekankan kebugaran, pembinaan prestasi tetap berjalan. FIK UM mendukung mahasiswa melalui organisasi kemahasiswaan, fasilitas latihan, dan pembinaan atlet.

Di antara atlet berprestasi itu terdapat Joko Mulyono, mahasiswa difabel yang berprestasi di tingkat nasional dan ASEAN, serta Lulut, peraih medali emas dan perak SEA Games yang kini menempuh pendidikan doktoral.

Kinerja FIK UM juga tercermin dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) 2025 yang menempatkannya di posisi ketiga di Indonesia untuk subjek keolahragaan.

Pada Haornas 2026, FIK UM menegaskan target menjadi pusat rujukan unggulan nasional bidang olahraga dan kesehatan masyarakat pada 2030. (Red)

Punya gagasan, atau informasi menarik di sekitar Anda? Kirimkan sekarang

Kirim Tulisan