Harian Cendekia

Untag Surabaya Gandeng KONI Jatim, Atlet Bisa Kuliah hingga S3 dan Dapat Beasiswa

Untag Surabaya dan KONI Jatim meneken MoU penguatan pendidikan atlet, Foto. Istimewa
Hariancendekia.com | Untag Surabaya menggandeng KONI Jawa Timur untuk memperkuat masa depan atlet lewat pendidikan tinggi. Kerja sama ini membuka akses beasiswa, kuliah hingga S3, serta pembinaan kewirausahaan bagi atlet berprestasi.

Kerja sama tersebut ditandai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Gedung R. Ing. Soekonjono, Kamis (10/9/2026). Program ini mengusung tema Membangun SDM Olahraga Unggul: Studi Lanjut, Beasiswa, dan Kewirausahaan.

Rektor Untag Surabaya Dr. Harjo Seputro mengatakan kolaborasi itu memiliki empat fokus utama. Salah satunya memberikan kesempatan atlet dan pengurus KONI melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister dan doktor.

Selain studi lanjut, Untag menyiapkan beasiswa bagi atlet berprestasi dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Program tersebut diharapkan membuat prestasi olahraga berjalan beriringan dengan pengembangan pendidikan.

Fokus berikutnya adalah kewirausahaan. Harjo menilai kemampuan tersebut penting karena atlet perlu memiliki bekal ekonomi ketika sudah tidak lagi aktif bertanding.

“Banyak atlet yang kesulitan mengatur keuangan pasca-masa aktif. Karena itu, kami siapkan pembinaan agar mereka mandiri secara ekonomi,” kata Harjo.

Untuk memudahkan atlet berkuliah tanpa mengganggu latihan dan pertandingan, Untag menyediakan jalur prestasi, rekognisi pembelajaran lampau (RPL), pendidikan jarak jauh, hingga pembelajaran hibrida.

Melalui RPL, pengalaman kerja dan latihan dapat dikonversi hingga 75 persen dari beban studi. Dengan skema ini, aktivitas olahraga tetap dapat berjalan bersamaan dengan pendidikan.

Sekretaris YPTA Surabaya Dr. IGN Anom Maruta menegaskan beasiswa tersebut merupakan kebijakan mandiri yayasan, bukan bersumber dari anggaran pemerintah.

“Yayasan memberikan beasiswa kepada anak-anak yang berprestasi. Apakah itu nanti bentuknya semesteran atau tahunan, itu nanti akan dibuatkan regulasinya untuk beasiswa,” ujar Anom.

Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil berharap Untag dapat menjadi kampus yang memiliki kekhususan bagi atlet, termasuk melalui jalur penerimaan dan perkuliahan yang menyesuaikan agenda olahraga.

“Jangan sampai kita memanfaatkan atlet saat mereka berprestasi, lalu membiarkan mereka mencari jalan sendiri setelahnya. Itu yang saya sebut tidak menzalimi atlet,” tegas Nabil.

Program ini akan disosialisasikan KONI Jatim ke kabupaten/kota dan cabang olahraga. Kolaborasi tersebut juga menjadi bekal menjelang Porprov Jatim ke-10 pada 2027 yang diproyeksikan melibatkan sekitar 23 ribu atlet dan pelatih. (Red)

Punya gagasan, atau informasi menarik di sekitar Anda? Kirimkan sekarang

Kirim Tulisan