| Bos sound horeg Setyo Budi Mularso, Foto. Istimewa |
Hariancendekia.com | Bos sound horeg asal Karanganyar, Setyo Budi Mularso, memutuskan hendak menjual perangkat sound horeg miliknya setelah videonya menghina MUI Jawa Timur viral di media sosial. Keputusan itu diambil setelah dia mengaku dimarahi anak dan istrinya.
Budi mengatakan dirinya ingin kembali menggunakan perangkat dengan spesifikasi konser dan meninggalkan aktivitas sound horeg. Menurut dia, keputusan tersebut juga diambil agar persoalan yang muncul setelah pernyataannya tidak semakin panjang.
"Akhirnya saya putuskan kalau situasi ini sudah normal kayak gitu, biar saja tidak tahu-tahu dijual, dijual itu maknanya lebih spek horeg. Saya kan punya spek konser. Ini yang spek horeg, settingan horek, saya lebih baik sudah tak perlu lagi," kata Budi saat dihubungi awak media.
Dia mengaku anak dan istrinya terus menasihatinya setelah video tersebut menjadi sorotan. Bahkan, teguran itu disebut diterimanya hampir sepanjang waktu ketika berada di rumah.
"Daripada saya diceramahi anak istri, otomatis anak istri menyerami 24 jam di rumah, sudah diberitahu untuk lebih baik yang wajar-wajar saja," jelasnya.
Budi juga menyebut bisnis sound horeg sebenarnya tidak terlalu memberikan keuntungan signifikan. Selama ini, dia lebih banyak menjalankannya karena hobi dan senang berkumpul dengan orang-orang.
"Di sound (horeg) ini tidak begitu efektif, dan signifikan untuk menambah pundi-pundi rejeki saya. Saya lebih ke hobi, dan senang kumpul dengan saudara-saudara," ujarnya.
Dia meyakini masih banyak jalan untuk mendapatkan rezeki di luar bisnis sound horeg. Budi bahkan menyatakan siap membantu kegiatan yang dinilai positif.
"Kalau ada yang menghendaki, Mas Budi soundnya untuk pengajian di Alun-alun Solo, atau Alun-alun Karanganyar, saya berangkatkan. Untuk kemaslahatan kita berangkatkan. Bagi saya untuk sodakoh," ucapnya.
Sebelumnya, Budi mengakui pernyataannya yang menyebut MUI Jatim goblok merupakan kekhilafan. Dia juga telah bertemu MUI Karanganyar untuk menyampaikan permohonan maaf.
"Saya sendiri sudah sampaikan saya khilaf dari pernyataan saya itu. Saya juga sudah menyampaikan dari hati yang benar-benar tulus, bahwasannya saya khilaf. Dan saya tobat," kata Budi.
Ketua MUI Karanganyar KH Badaruddin mengatakan pihaknya telah memaafkan Budi. Namun, dia mengingatkan agar pernyataan serupa tidak kembali terjadi. (Red)