![]() |
| Workshop Fulazzaky Equation di ITN Malang, Foto. Humas ITN |
Hariancendekia.com | Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang memperkuat kapasitas riset dan publikasi internasional dengan menggelar workshop Fulazzaky Equation bersama pakar teknik lingkungan Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D. Kegiatan tersebut menyasar dosen dan mahasiswa Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, serta Teknik Kimia.
Workshop yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITN Malang itu berlangsung di Ruang Workshop LPKU Kampus I beberapa waktu lalu.
Prof. Fulazzaky yang berasal dari Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor membagikan pengalaman riset sekaligus strategi mengolah data penelitian agar memiliki peluang lebih besar masuk jurnal internasional bereputasi.
Dalam pemaparannya, ia membedah Fulazzaky Equation dan Generalized Fulazzaky (GF) Equation. Model tersebut dikembangkan dari konsep Mass Transfer Factor (MTF) untuk menganalisis mekanisme transfer massa secara lebih komprehensif.
Pemodelan itu mencakup tiga tahapan utama, yakni transfer massa eksternal, difusi internal, serta fiksasi adsorpsi pada situs aktif material.
Berbeda dengan sejumlah model kinetika konvensional yang lebih banyak berfokus pada kurva breakthrough, pendekatan Fulazzaky dan GF dapat digunakan untuk menjelaskan mekanisme transfer massa secara lebih rinci.
Penerapannya juga cukup luas. Model tersebut dapat digunakan pada sistem batch maupun reaktor kolom atau kontinu, termasuk untuk pengolahan limbah cair, biosorpsi, biodegradasi plastik polyethylene (PE), fotokatalitik, desorpsi metana pada reaktor UASB, hingga proses anammox.
Pengalaman publikasi Prof. Fulazzaky turut menjadi perhatian peserta. Berdasarkan bahan kegiatan, pendekatan pemodelan tersebut telah digunakan dalam riset yang terbit di lebih dari 30 jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus, termasuk jurnal dari Elsevier, Springer Nature, RSC, ACS, dan Taylor & Francis.
Dosen Teknik Lingkungan S-1 ITN Malang, Dr. Evy Hendriarianti, ST., M.MT., menilai pengalaman tersebut memberi motivasi bagi peneliti di kampus.
“Pengalaman publikasi Prof. Fulazzaky sangat menginspirasi. Beliau mampu memanfaatkan data riset untuk dimasukkan ke dalam persamaan kinetikanya,” kata Evy.
Menurut Evy, kolaborasi juga menjadi salah satu kunci meningkatkan kualitas penelitian sekaligus peluang publikasi.
“Publikasi dengan berkolaborasi memperbesar peluang peningkatan kualitas paper dan keberhasilan publish di jurnal bereputasi,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus membuka penjajakan kerja sama riset dan publikasi antara ITN Malang dan UIKA Bogor. ITN Malang berharap pendampingan serupa dapat digelar lebih intensif untuk memperkuat luaran riset dan reputasi akademik institusi. (Red)
