![]() |
| Living Lab Summit 2026 di Universitas Brawijaya, Foto Humas UB |
Hariancendekia.com | Universitas Brawijaya (UB) menggelar Living Lab Summit 2026, Jumat (30/10/2026). Kegiatan yang melibatkan 112 tim Bestari Saintek dari berbagai perguruan tinggi ini mendorong hasil riset kampus menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
Menggandeng LPDP dan Kemendiktisaintek, UB menghadirkan seminar nasional, pameran inovasi, hingga pendampingan publikasi ilmiah.
Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat UB, Prof. Luchman Hakim, mengatakan kegiatan tersebut mencakup empat agenda utama.
“Dalam Living Lab Summit tahun ini terdapat empat rangkaian kegiatan. Pertama, plenary session. Kedua, seminar nasional pengabdian kepada masyarakat yang telah menghimpun 102 makalah terdaftar,” jelasnya.
Selain seminar, sebanyak 13 booth memamerkan produk dan poster hasil penelitian unggulan yang dapat disaksikan masyarakat umum.
Rektor UB, Prof. Widodo, menegaskan riset perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah.
“Penelitian kita, pengabdian kepada masyarakat, riset-riset kita harus juga terimplementasi langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, yang membuka kegiatan tersebut, menekankan pentingnya inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
“Semangat utamanya adalah bagaimana perguruan tinggi di Indonesia dapat mengangkat berbagai persoalan yang ada di masyarakat untuk kemudian dicarikan solusinya. Ini adalah semangat dari kampus untuk masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UB berharap kolaborasi antarkampus semakin kuat sehingga inovasi mampu menjawab tantangan pembangunan. (Red)
