zmedia

UB Akan Kelola Transmart Malang, Disiapkan Jadi Mal Berbasis Pendidikan untuk Mahasiswa

(Doc. Facebook) Tampak luar gedung Transmart Malang.
HARIANCENDEKIA, MALANG - Universitas Brawijaya (UB) berencana ikut mengelola Transmart Malang di Jalan Veteran, Kota Malang, melalui unit usahanya PT Brawijaya Multi Usaha (BMU). Kerja sama ini ditujukan untuk mengembangkan pusat perbelanjaan tersebut menjadi mal berbasis pendidikan dengan sasaran utama mahasiswa dan civitas akademika, yang ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan 2026.

Direktur Utama PT BMU, Edi Purwanto, mengatakan komunikasi antara UB dan pengelola Transmart Malang telah terjalin sejak Juli 2025 dan berkembang dengan cepat. Dalam proses tersebut, pihak Transmart Malang bahkan mempertemukan UB dengan Founder CT Group, Chairul Tanjung, beserta jajaran manajemen.

“Dari pertemuan itu, kami memiliki kesamaan cara pandang. Kedua pihak sama-sama antusias untuk mengembangkan Transmart Malang,” ujar Edi, Selasa (17/12).

Meski tingkat kunjungan Transmart Malang saat ini dinilai tidak seramai sebelumnya, Edi tetap optimistis terhadap prospek pengembangan ke depan. Menurutnya, UB memiliki captive market yang besar dengan jumlah mahasiswa mencapai sekitar 70 ribu orang, ditambah lokasi Transmart yang sangat dekat dengan kawasan kampus dan berada di pusat kota.

“Selama ini Transmart juga sering menjadi titik parkir masyarakat yang hendak ke kawasan Veteran. PR kami adalah bagaimana menarik masyarakat, pelajar, dan mahasiswa agar benar-benar masuk dan beraktivitas di dalam,” jelasnya.

Edi menambahkan, rencana kerja sama ini sejalan dengan kewajiban UB dalam melakukan hilirisasi riset kampus. Konsep mal berbasis pendidikan dinilai dapat menjadi ruang aktualisasi yang relevan bagi produk riset dan kewirausahaan mahasiswa.

“Mahasiswa UB punya banyak produk, mulai dari seni hingga food and beverage. Itu akan kami kurasi untuk bisa ditampilkan di Transmart,” katanya.

Dalam konsep awal, Transmart Malang akan mengusung fungsi yang lebih beragam. Selain tetap menjadi pusat perbelanjaan umum, kawasan tersebut juga akan dilengkapi area kuliner, ruang kelas khusus, zona produk riset dan usaha civitas akademika, serta area olahraga.

“Target kami, Transmart Malang tidak sekadar terlihat ramai, tapi menjadi pusat perbelanjaan yang terintegrasi dan berbasis pendidikan,” tegas Edi.

Ke depan, PT BMU juga akan menyediakan tenant khusus bagi mahasiswa, baik yang bersifat permanen maupun temporer sesuai dengan momentum kegiatan tertentu. Meski demikian, detail skema kerja sama masih terus dimatangkan. Edi menyebut, sejumlah investor juga telah menyatakan minat untuk terlibat dalam pengembangan tersebut.

“Kami juga membuka diri untuk investor. Saat ini sudah ada beberapa yang menyatakan minat,” tambahnya.

Sementara itu, rencana perubahan konsep Transmart Malang tersebut masih menunggu proses perizinan dari Pemerintah Kota Malang. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menyatakan pihaknya belum menerima pengajuan izin perubahan fungsi dari UB maupun pengelola Transmart.

“Pada prinsipnya kampus boleh mengelola mal, asalkan ada perjanjian kerja sama yang jelas,” ujarnya.

Arif mengimbau agar pengelola segera mengurus revisi perizinan yang dibutuhkan, mulai dari AMDAL, IMB, AMDAL lalu lintas, hingga kelengkapan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang harus dimiliki UB sebelum kerja sama tersebut direalisasikan. (*)
___________
*) Pewarta: Ahmad Rizal.
ADVERTISEMENTseedbacklink