zmedia

Gamila Arief Angkat Bicara Setelah Anaknya Jadi Korban Body Shaming Imbas Kontroversi 'Mens Rea'

(Doc. Tangkap Layar) Unggahan media sosial yang memicu respons tegas Gamila Arief terkait perundungan terhadap anaknya.
HARIANCENDEKIA, JAKARTA - Istri komika Pandji Pragiwaksono, Gamila Arief, angkat bicara setelah anak pertamanya, Wadilla Dipo Wongsoyudo, menjadi korban perundungan di media sosial. Serangan tersebut diduga berkaitan dengan polemik materi stand up comedy Pandji berjudul Mens Rea yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Perundungan terhadap anak Pandji bermula dari unggahan seorang warganet di platform X yang menyinggung fisik Wadilla secara terang-terangan. Akun bernama @SussySusanti menuliskan komentar bernada body shaming dengan menyebut anak Pandji tidak memiliki ketampanan.

Menanggapi hal tersebut, Gamila memberikan respons keras melalui akun media sosial pribadinya. Ia melayangkan peringatan tegas kepada pemilik akun tersebut untuk segera menghapus unggahan yang dinilai melanggar batas.

“Halo akun bernama Sussy Susanti, ini imbauan kedua saya untuk delete posting atau saya lapor polisi,” tulis Gamila.

Gamila menegaskan bahwa membawa anak-anak ke dalam konflik orang dewasa, terlebih dalam bentuk perundungan di ruang digital, merupakan pelanggaran serius, baik secara hukum maupun etika. Ia juga menyebut akan melibatkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) jika serangan terhadap anaknya terus berlanjut.

Dalam unggahan lain, Gamila menyatakan dirinya terbiasa menerima kebencian sebagai figur publik. Namun, ia menolak mentoleransi segala bentuk serangan yang diarahkan kepada anak-anak.

“Ngatain gue atau Pandji silakan, tapi tolong pertimbangkan sebelum bawa kebencian ke anak-anak,” ucapnya tegas.

Lebih lanjut, Gamila secara terbuka menyuarakan kampanye melawan praktik cyberbullying dan pelecehan terhadap anak di ruang digital Indonesia. Ia menilai perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab bersama, terutama di tengah meningkatnya penggunaan media sosial.

Gamila juga menegaskan kebanggaannya terhadap anak-anaknya dan menolak segala bentuk penghinaan yang ditujukan kepada mereka.

“SAYA SANGAT BANGGA ANAK-ANAK SAYA SANGAT BAIK DAN SANGAT PINTAR,” tulis Gamila dengan huruf kapital.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan warganet yang diduga melakukan body shaming tersebut masih menjadi perhatian publik dan memicu diskusi luas terkait batas kritik, kebebasan berekspresi, serta perlindungan anak di ruang digital. [ryn/roz]
ADVERTISEMENTseedbacklink