![]() |
| (Doc. Marhaen press) Ilustrasi intimidasi jurnalis. |
Pewarta tersebut menyatakan merasa terintimidasi oleh oknum pihak duta perpus yang secara langsung mengklaim bahwa berita yang ditulisnya adalah palsu atau hoaks.
Menurutnya, seluruh informasi dalam berita tersebut berasal dari pernyataan narasumber dan disajikan sesuai kaidah jurnalistik. Ia menegaskan bahwa tidak ada unsur rekayasa dalam penulisan berita tersebut.
“Pewarta hanya menyampaikan apa yang sudah katakan dari narasumber, serta didukung keterangan bukti yang cukup memadai,” ujarnya saat diwawancarai, menanggapi tudingan hoaks yang diarahkan kepadanya.
Ia juga menjelaskan bahwa meskipun bukti pendukung tidak diserahkan secara fisik, informasi yang diperoleh melalui wawancara tetap memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih lanjut, pewarta menilai tudingan hoaks tersebut merupakan penilaian yang tidak tepat dan berpotensi menyesatkan.
“Menyebut berita ini hoaks adalah klaim sepihak. Informasi yang saya sampaikan bersumber langsung dari narasumber dan berdasarkan hasil wawancara dan bukti,” tutupnya. [roz/nus]
