![]() |
| (Doc. DLH Kota Malang) Tumpukan sampah terlihat di kawasan Jalan Kayutangan, Kota Malang, usai perayaan malam Tahun Baru. |
Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond, menjelaskan bahwa lonjakan sampah terjadi di sejumlah titik keramaian masyarakat. Di antaranya kawasan Jalan Besar Ijen, Kayutangan Heritage Jalan Basuki Rahmat, area depan Stasiun Malang, serta sejumlah masjid yang menggelar kegiatan pengajian dan doa bersama.
“Dari total 800 ton sampah hari ini, sekitar 600 ton masuk ke TPA Supit Urang, sedangkan sisanya dikelola di TPS3R maupun TPST,” ujar Raymond, Kamis (1/1/2026).
Ia menyebutkan, jenis sampah yang paling banyak ditemukan didominasi kemasan makanan seperti kantong plastik, botol plastik, dan styrofoam. Kondisi tersebut membuat petugas kebersihan harus bekerja ekstra untuk memastikan kebersihan kota tetap terjaga.
Seiring meningkatnya volume sampah, waktu pengangkutan pun diperpanjang. Jika pada hari biasa pengambilan sampah dilakukan sejak pukul 05.00 WIB hingga 12.00 WIB, saat perayaan Tahun Baru waktu operasional diperpanjang hingga sore hari.
“Biasanya pengambilan sampah selesai pukul 12.00 WIB. Namun kali ini kami perpanjang sampai sekitar pukul 15.30 WIB, sehingga petugas harus lembur,” ungkapnya.
Meski demikian, Raymond menilai lonjakan sampah tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan perayaan Tahun Baru sebelumnya. Pada malam pergantian tahun 2024/2025 lalu, volume sampah tercatat meningkat sekitar 60 ton dengan total mencapai 780 ton.
Ia juga menilai kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan terus mengalami peningkatan, meski di beberapa lokasi masih ditemukan tumpukan sampah di sekitar tempat pembuangan.
“Di beberapa titik, sampah memang ditumpuk di sekitar tempat sampah karena kapasitasnya terbatas. Ini menunjukkan kesadaran sudah ada, namun tetap perlu penanganan lebih lanjut,” katanya.
Raymond pun mengimbau masyarakat dan wisatawan agar lebih disiplin dalam membuang sampah, terutama tidak membuangnya ke saluran air atau sungai.
“Kami berharap warga dan pengunjung Kota Malang tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke selokan. Banjir yang sempat viral sebelumnya salah satunya dipicu oleh drainase yang tersumbat sampah,” pungkasnya. [faq/red]
