zmedia

Menyimpan Segudang Prestasi, Pradana Setyawan Raih Mawapres Diploma UNAIR 2026

(Doc. PHMP UNAIR) Pradana Setyawan terima penghargaan Mawapres UNAIR 2026
Surabaya, Hariancendekia.com - Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi melalui ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) 2026. Direktorat Kemahasiswaan UNAIR menetapkan Mohammad Pradana Setyawan sebagai Juara 1 Mawapres kategori Diploma tingkat universitas, berkat capaian akademik, prestasi nasional, dan strategi kompetisi yang terukur.

Mahasiswa program studi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan Fakultas Vokasi itu dinilai unggul dalam berbagai aspek penilaian, mulai dari capaian akademik hingga kontribusi di tingkat nasional. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan daya saing mahasiswa vokasi di panggung prestasi nasional.

Pradana mengungkapkan bahwa salah satu kunci keberhasilannya adalah fokus mengikuti kompetisi bergengsi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti). Menurutnya, ajang tersebut memiliki tingkat kompetisi tinggi karena diikuti mahasiswa terbaik dari seluruh Indonesia.

“Lomba Kemendikti itu sangat kredibel karena diikuti oleh delegasi terbaik dari seluruh universitas di Indonesia. Meraih medali di sana benar-benar mendobrak Capaian Unggulan saya,” ujar Pradana.

Dalam perjalanan akademiknya, Pradana berhasil meraih Medali Emas pada Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) serta Medali Perak pada Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Ekonomi (KBMK). Capaian tersebut menjadi fondasi kuat dalam penilaian Mawapres tingkat universitas.

Tidak hanya itu, ia juga telah mengoleksi lebih dari 40 penghargaan dari berbagai bidang. Prestasinya mencakup ranah medis radiologi, bisnis, kebijakan publik, hingga publikasi ilmiah, yang menunjukkan kapasitasnya sebagai mahasiswa lintas disiplin.

Selain aktif di bidang akademik, Pradana juga terlibat dalam pengembangan pariwisata sebagai duta wisata di tingkat kabupaten hingga provinsi. Peran ini memperkuat profilnya sebagai mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kontribusi sosial.

“Bagi saya, menjadi Mawapres berarti kita sudah layak menjadi representasi dari institusi sebesar UNAIR yang memiliki kredibilitas tinggi di Indonesia,” katanya.

Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Pradana mengaku telah menyusun strategi sejak awal perkuliahan, mulai dari memetakan target kompetisi, aktif dalam pengabdian masyarakat, hingga menghasilkan karya inovatif yang memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Ia juga menekankan pentingnya riset sebelum mengikuti kompetisi. “Saya selalu berusaha memahami kebutuhan juri dan karakter kompetisi sebelum ikut serta. Itu yang menjadi pembeda,” ujarnya.

Gelar Juara 1 Mawapres 2026, lanjutnya, bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan tanggung jawab untuk menginspirasi mahasiswa lain. Ia berharap prestasinya dapat mendorong lebih banyak mahasiswa vokasi untuk berani bersaing di tingkat nasional.

Dengan rekam jejak prestasi yang kuat, Pradana optimistis mampu membawa nama Universitas Airlangga ke level yang lebih tinggi. Ia sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa vokasi memiliki kapasitas untuk unggul dan berprestasi di kancah nasional.

(adv/red)

dukungan