![]() |
| (Doc. Pemkot Malang) Wali Kota Malang pimpin upacara HUT ke-112 di Balaikota |
Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin upacara di halaman depan Balaikota Malang sebagai langkah menghadapi tantangan global sekaligus mempercepat pembangunan kota.
Dalam sambutannya, Wahyu Hidayat juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada masyarakat. Ia mengajak warga menjaga nilai kebersamaan dan kepedulian yang telah terbangun selama Ramadan.
“Semoga nilai-nilai kesucian, kebersamaan, dan kepedulian yang telah kita bangun selama bulan Ramadan dapat terus kita jaga dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Wahyu menegaskan, usia 112 tahun Kota Malang merupakan perjalanan panjang yang penuh dinamika. Sejarah mencatat, 1 April 1914 menjadi titik awal berdirinya Kota Malang yang kini berkembang menjadi kota yang tangguh dan adaptif.
Pada peringatan tahun ini, Pemkot Malang mengusung tema “Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas”. Tema tersebut mencerminkan semangat pembangunan yang progresif dan berkelanjutan.
“Tema ini menjadi penegasan komitmen kita untuk terus menembus batas, menuntaskan program pembangunan, serta menghadirkan Kota Malang yang semakin berkelas dalam berbagai aspek kehidupan,” jelasnya.
Ia menilai tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari perubahan sosial, dinamika perkotaan, hingga perkembangan global. Kondisi tersebut menuntut pemerintah dan masyarakat untuk bergerak cepat dan terukur.
“Semangat melintas harus dimaknai sebagai keberanian menembus batas inovasi, teknologi, budaya, dan pembangunan, serta tangguh menghadapi berbagai tantangan,” tegasnya.
Selain itu, Wahyu juga menyoroti pentingnya penguatan identitas daerah melalui simbol budaya. Salah satunya dengan merancang busana khas Kota Malang yang memadukan nilai lokal, sejarah, dan nuansa kolonial.
“Busana khas ini menjadi representasi jati diri, kebanggaan, serta penguat citra Kota Malang sebagai kota heritage yang mbois dan berkelas,” ungkapnya.
Dari sisi pembangunan, ia memaparkan capaian kinerja makro Kota Malang tahun 2025 menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat 85,55, tertinggi kedua di Jawa Timur.
Selain itu, angka kemiskinan turun menjadi 3,85 persen, tingkat pengangguran 5,69 persen, dan pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,92 persen.
Capaian tersebut juga diiringi berbagai penghargaan, baik tingkat internasional, nasional, maupun regional. Kota Malang meraih pengakuan sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO bidang Media Arts, serta sejumlah penghargaan lingkungan dan pariwisata.
Namun demikian, Wahyu menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri.
“Justru ini harus menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan inovasi yang lebih progresif dan berdampak luas,” tegasnya.
Ke depan, Pemkot Malang akan memfokuskan pembangunan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi inklusif, lingkungan berkelanjutan, serta tata kelola pemerintahan yang adaptif.
Melalui program unggulan Dasabakti, pemerintah berkomitmen memastikan seluruh masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara merata.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka dan penghargaan, tetapi dari sejauh mana kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat benar-benar meningkat,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Wahyu kembali mengajak masyarakat menjaga semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap Kota Malang.
“Mari kita wujudkan Kota Malang yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga unggul dalam karakter, budaya, dan kualitas hidup warganya,” pungkasnya.
(nus/red)
