Harian Cendekia

Dosen UNISMA Malang Gagas GKUN, Persiapkan Generasi Muda Jadi CEO Bisnis Global

(Doc. Istimewa) Rektor UNISMA Malang Prof Junaidi Mistar PhD (songkok hitam) bersama CEO berbagai negara dan CEO cilik
Hariancendekia.com | Universitas Islam Malang kian mantap melangkah menuju targetnya sebagai Entrepreneurial World Class University lewat beragam terobosan di sektor edukasi, riset, serta pengabdian masyarakat. Target besar ini memperoleh sokongan penuh dari Rektor UNISMA, Prof. Drs. Junaidi, M.Pd., Ph.D., guna mencetak alumni yang bukan cuma andal di bidang akademik, melainkan juga berjiwa wirausaha, memiliki kapasitas kepemimpinan, dan siap bertarung di kancah global.

Wujud nyata dari visi tersebut dibuktikan oleh Dr. Imam Wahyudi Karimullah, M.A., seorang dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISMA yang menjabat Ketua Lembaga Urusan Internasional (Office of International Affairs). Bersama sang istri, Sari Kurnia Rahmawati, S.S., M.Pd., serta putranya, Sulthan Muhammad Karimullah, yang merupakan Wakil I Joko Cilik Kabupaten Malang, mendirikan Global Kids and Youth for United Nations (GKUN) sebagai inisiator sekaligus motor penggerak program tersebut.

GKUN hadir sebagai tempat pembekalan bagi anak muda yang menitikberatkan pada penguatan aspek kepemimpinan, wirausaha, kreativitas, diplomasi, serta pemahaman global semenjak dini. Imam memaparkan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat yang berbasis SDGs oleh sivitas akademika Unisma.

"Inisiatif ini menjadi wujud partisipasi UNISMA dalam menciptakan iklim berwirausaha sejak usia dini. Kami berharap dapat melahirkan generasi penerus yang kreatif, inovatif, mudah beradaptasi, serta kompetitif di level internasional," ungkap Imam.

Skema Pengembangan GKUN I-LEAD

Melalui wadah GKUN, diluncurkan sebuah program andalan bernama I-LEAD (Innovation, Leadership, Entrepreneurship, and Sustainable Development) yang diformulasikan untuk menempa tunas bangsa menjadi pemimpin masa depan yang penuh terobosan, adaptif, serta berdaya saing global.
(Doc. Istimewa) Peserta Program GKUN I-LEAD berasal dari beragam satuan pendidikan
Terdapat tiga jalur pembinaan dalam program ini, antara lain GKUN Young CEO, GKUN Young Inventor, dan GKUN Young Ambassador. Seluruh peserta mendapatkan pembelajaran terpadu yang memadukan unsur kewirausahaan, invasi, kepemimpinan, diplomasi, hingga pembangunan berkelanjutan.

Proses belajar-mengajar dilangsungkan di kawasan kreatif Malang Creative Center (MCC) Kota Malang dengan menerapkan metode experiential learning. Lewat konsep ini, peserta tidak sekadar menyerap teori, tetapi juga diajak menyusun rancangan produk, mengolah media digital, menciptakan inovasi, hingga melakukan simulasi ajang internasional.

Pada akhir sesi, masing-masing peserta akan menghasilkan portofolio profesional yang merepresentasikan peran mereka sebagai Young CEO, Young Inventor, ataupun Young Ambassador. Dokumen portofolio ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk mengikuti beragam kompetisi, mengajukan beasiswa, atau melanjutkan studi ke strata yang lebih tinggi.

"GKUN I-LEAD bukan hanya sebuah kelas pembelajaran biasa, melainkan pergerakan riil dalam melahirkan pionir perubahan demi dunia yang lebih inovatif dan berkelanjutan," tutur Imam.

Pendampingan Startup Sejak Dini

Hingga saat ini, GKUN telah mendampingi 15 startup yang diinisiasi oleh para pelajar tingkat SD dan SMP dari wilayah Malang Raya.

"Anak-anak yang tergabung dalam Program GKUN I-LEAD ini datang dari berbagai institusi pendidikan, seperti MI Al Ma'arif 02 Singosari, SD Islam Bani Hasyim, SD Islam Sabilillah Malang 1, SD Kristen Kalam Kudus Malenggeng, SD Laboratorium UM Kota Malang, SD Taman Harapan Malang, SDI Al Ma'arif 02 Singosari, SDN Cemorokandang 1, MTsN 1 Kota Malang, SMP Negeri 2 Kota Malang, SMP Islam Sabilillah, SMP Laboratorium UM, SMP Permata Jingga Global School, SMP Sabilillah Malang, hingga mereka yang menempuh jalur homeschooling," urai Imam.

"Mereka dibimbing secara eksklusif oleh para CEO global dari bermacam negara untuk mematangkan bisnis, memperluas relasi internasional, serta memantapkan diri sebagai calon pemimpin masa depan," imbuhnya. Penjelasan ini diutarakan Imam pada Jumat (10/7/2026) di sela-sela agenda International CEO Talks, MoU Signing & Startup Innovation Forum 2026 yang dihelat di Universitas Islam Malang.

Tiap startup difasilitasi dengan mentor internasional yang mengawal perjalanan bisnis mereka sekaligus membuka jalan menuju jaringan kerja dan pasar dunia. Imam menilai fenomena ini mengindikasikan bahwa perintisan startup memerlukan sinergi dari multipihak, mulai dari kampus, korporasi, pemilik modal, birokrasi, hingga warga masyarakat.

"Membangun startup membutuhkan keterpaduan dari seluruh pemangku kepentingan. Hasil kajian ilmiah dari universitas mesti disinkronkan dengan sektor industri dan kebutuhan publik, serta disokong oleh modal finansial agar memberikan dampak yang riil," terangnya.

Ia pun menggarisbawahi bahwa aspek kolaborasi merupakan faktor krusial agar output riset tidak sekadar berakhir di lembaran jurnal ilmiah, melainkan menjelma menjadi inovasi nyata serta ladang usaha yang berguna bagi masyarakat luas.

Pembentukan Karakter Wirausaha Berwawasan SDGs

Lewat GKUN, edukasi mengenai wirausaha yang bertumpu pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) mulai diperkenalkan di tingkat sekolah melalui program International Business Coaching, hasil kemitraan dengan Sustainable Business Development Innovation (SBDI) Center Foundation dan Tauros Media asal Belanda.

Di dalam program tersebut, para siswa diarahkan untuk memahami pilar kepemimpinan, bisnis, kreativitas, serta pembangunan berkelanjutan. Di samping itu, mereka mendapat kans emas untuk merajut relasi internasional sekaligus merumuskan solusi bisnis yang peduli pada kelestarian alam.

"Besar harapan kami agar poin-poin SDGs serta mentalitas berwirausaha dapat diinternalisasikan sejak usia belia sebagai wujud dedikasi Unisma kepada publik," kata Imam.

Mencetak Direktur Muda Berkelas Internasional

Selaku Co-Founder sekaligus Co-Director GKUN, Imam menjabarkan bahwa organisasi ini mengusung visi melahirkan generasi muda yang tidak cuma siap diserap pasar kerja, tetapi juga terampil membuka lapangan kerja melalui kreativitas dan bisnis sejak kecil.

"Tujuan kami adalah agar anak-anak tidak perlu menunggu usia dewasa untuk memegang posisi CEO. Sejak dini, mereka sudah diarahkan memiliki produk tersendiri, brand, logo, rekening bisnis khusus, hingga sistem operasional yang terus dikembangkan," paparnya.

Bukan hanya dibekali dengan modul kewirausahaan, para peserta pun diberi ruang untuk berdiskusi langsung dengan para CEO, akademisi, serta tokoh global. Proses interaksi ini membuka cakrawala internasional, memperluas kemitraan global, sekaligus memberikan peluang kerja sama dalam membesarkan unit usaha mereka.
(Doc. Istimewa) Sulthan Muhammad Karimullah, saat presentasi yang merupakan putra dari pendirian Global Kids and Youth for United Nations
"Mereka mendalami isu SDGs serta diplomasi kewirausahaan (entrepreneurship diplomacy), lalu bertatap muka langsung dengan para CEO dunia guna menyerap ilmu, membangun jaringan, dan mendapatkan sokongan untuk bisnis mereka," kata Imam.

Kini, GKUN tengah berjalan di tahun kedua penyelenggaraannya dengan kemitraan dari UNISMA Malang, Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Sustainable Business Development Innovation (SBDI) Center Foundation, serta sederet relasi internasional lainnya.

Imam menuturkan bahwa ekspansi GKUN sejalan dengan garis kebijakan Rektor UNISMA, Prof. Drs. Junaidi, M.Pd., Ph.D., dalam merealisasikan Entrepreneurial World Class University. Melalui rajutan kemitraan berskala nasional maupun internasional, UNISMA konsisten memacu lahirnya terobosan yang tidak saja menelurkan lulusan yang berdaya saing global, melainkan juga menyusun ekosistem wirausaha yang membawa faedah konkret dan berdampak luas bagi publik serta dunia.

Ke depannya, pola pendampingan yang diterapkan GKUN bakal diduplikasi ke berbagai wilayah di Indonesia bahkan hingga ke ranah internasional. Melalui program ini, Unisma menaruh harapan agar semakin banyak anak muda yang berkembang menjadi pemimpin masa depan yang penuh daya cipta, inovatif, berjiwa bisnis, serta mampu bertindak selaku motor penggerak pembangunan berkelanjutan.

(adv)
-Advertisement-