Harian Cendekia

Sulthan Muhammad Karimullah Raih Penghargaan Most Inspiring Young CEO: Global Impact Award 2026

(Doc. Istimewa) Sulthan Muhammad Karimullah menerima penghargaan Most Inspiring Young CEO: Global Impact Award 2026 pada ajang International CEO Talks & Startup Innovation Forum 2026 di Unisma
Hariancendekia.com | Prestasi membanggakan kembali diraih Sulthan Muhammad Karimullah, Founder & CEO SEED Indonesia sekaligus Co-Founder Global Kids and Youth for United Nations (GKUN) I-LEAD, yang juga merupakan siswa MI Al Ma'arif 02 Singosari. Sulthan dinobatkan sebagai penerima Most Inspiring Young CEO: Global Impact Award 2026 dalam bidang Sustainable Tourism and Community Empowerment pada ajang International CEO Talks & Startup Innovation Forum 2026 yang diselenggarakan di Universitas Islam Malang (UNISMA), Jumat (10/7/2026).

Penghargaan tersebut diberikan oleh Mr. Dorotheus Wisman, Founder & CEO Wise Use International B.V. Netherlands., sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan, inovasi, serta komitmen Sulthan dalam mengembangkan SEED Indonesia, sebuah inisiatif yang mengintegrasikan pariwisata berkelanjutan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan karakter generasi muda.

SEED merupakan akronim dari Sustainability, Education, Empowerment, and Discover Soul. Program ini menjadikan pariwisata sebagai jembatan yang menghubungkan manusia dengan alam, budaya, masyarakat, dan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui pendekatan tersebut, SEED Indonesia mendorong lahirnya generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
(Doc. Istimewa) Sulthan Muhammad Karimullah menerima penghargaan Most Inspiring Young CEO: Global Impact Award 2026 pada ajang International CEO Talks & Startup Innovation Forum 2026 di Unisma
Dalam implementasinya, SEED Indonesia mengembangkan berbagai program, antara lain penanaman pohon dan konservasi lingkungan, pembelajaran lintas budaya bersama wisatawan dan masyarakat, pemberdayaan komunitas desa melalui pariwisata berkelanjutan, serta pengembangan Sustainable Learning Home sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Sulthan juga memperkenalkan konsep Discover Soul, yaitu pendekatan wisata yang mengajak setiap orang tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga menemukan makna, ketenangan, dan hubungan yang lebih erat dengan alam, budaya, serta sesama manusia.

Selain memimpin SEED Indonesia, Sulthan juga merupakan Co-Founder GKUN I-LEAD (Global Kids and Youth for United Nations – Innovation, Leadership, Entrepreneurship, and Sustainable Development), sebuah program pengembangan kepemimpinan, inovasi, kewirausahaan, dan diplomasi bagi anak-anak dan remaja yang digagas bersama kedua orang tuanya, Dr. Imam Wahyudi Karimullah, M.A. dan Sari Kurnia Rahmawati, S.S., M.Pd.

GKUN I-LEAD dirancang untuk membentuk generasi muda menjadi Young CEO, Young Inventor, dan Young Ambassador melalui pendekatan experiential learning. Peserta memperoleh pengalaman membangun startup, mengembangkan inovasi, berdialog langsung dengan CEO, akademisi, dan pemimpin dunia, serta menghasilkan portofolio yang mendukung kompetisi, beasiswa, dan pendidikan lanjutan. Hingga saat ini, GKUN telah membina 15 startup yang didirikan oleh siswa-siswi SD dan SMP dari berbagai sekolah di Malang Raya dengan dukungan dari Sustainable Business Development Innovation (SBDI) Center Foundation dan Tauros Media Nederland, Belanda.

Sebagai Wakil I Joko Cilik Kabupaten Malang, Sulthan juga aktif mengampanyekan pentingnya pariwisata berkelanjutan dan kewirausahaan kepada generasi muda. Menurutnya, anak-anak memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin sekaligus pencipta solusi bagi berbagai tantangan sosial dan lingkungan.

"Saya percaya anak-anak bukan hanya pemimpin masa depan, tetapi juga dapat menciptakan perubahan mulai hari ini. Melalui inovasi, kepedulian terhadap lingkungan, dan kolaborasi global, kita bisa membangun masa depan yang lebih baik," ujar Sulthan.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian International CEO Talks & Startup Innovation Forum 2026, sebuah forum internasional yang mempertemukan pelajar, mahasiswa, akademisi, CEO, investor, dan pemimpin dunia untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan, inovasi, serta kolaborasi global.

Forum tersebut menghadirkan sejumlah pembicara internasional, antara lain Prof. Dr.-Ing. Hendro Wicaksono, Ketua Umum Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) sekaligus profesor di Constructor University Bremen, Jerman; Mr. Dorotheus Wisman, Founder & CEO Wise Use International B.V., Belanda; Mr. Guido Lassally, CEO Tauros Media Nederland B.V., Belanda; Mr. Jeroen Rijnenberg, President Director Sustainable Business Development Innovation (SBDI) Center Foundation; serta Rektor Universitas Islam Malang, Prof. Drs. Junaidi, M.Pd., Ph.D., yang menegaskan komitmen UNISMA dalam mewujudkan Entrepreneurial World Class University melalui penguatan inovasi dan kewirausahaan sejak usia dini.

Kepala MI Al Ma'arif 02 Singosari, Muhammad Ishom, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Sulthan. Menurutnya, penghargaan tersebut membuktikan bahwa peserta didik madrasah mampu berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam kepemimpinan, inovasi, dan kewirausahaan di tingkat internasional.

"Kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian Sulthan Muhammad Karimullah. Prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik MI Al Ma'arif 02 Singosari untuk terus berani bermimpi, berinovasi, mengembangkan potensi diri, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sejak usia dini. Semoga Sulthan terus berkarya, menjaga akhlak yang mulia, dan menjadi generasi pemimpin yang mampu mengharumkan nama madrasah, Kabupaten Malang, serta Indonesia di tingkat internasional," ujar Muhammad Ishom.
(Doc. Istimewa) Foto bersama Kepala Sekolah MI Al Ma'arif 02 Singosari
Penghargaan Most Inspiring Young CEO: Global Impact Award 2026 menjadi bukti bahwa anak Indonesia mampu menghadirkan inovasi yang memberikan dampak di tingkat global. Melalui SEED Indonesia dan GKUN I-LEAD, Sulthan berharap semakin banyak anak dan remaja Indonesia yang berani berinovasi sejak usia dini, menjadi pencipta lapangan kerja (job creator), serta berkontribusi dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) melalui solusi yang kreatif, inovatif, dan berkelanjutan.

(adv)
-Advertisement-