Harian Cendekia

Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Kelompok 18 UTM Gelar Sosialisasi DiGreen: "Satu Sentuhan Digital, Sejuta Aksi untuk Bumi" di Yayasan Al-Mukhlisin

Mahasiswa Pengabdian Kelompok 18 UTM bersama pihak Yayasan Al-Mukhlisin usai penyerahan inovasi Bank Sampah, Foto. Pewarta
Hariancendekia.com | Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Kelompok 18 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan program kerja DiGreen dengan mengusung tema "Satu Sentuhan Digital, Sejuta Aksi untuk Bumi" di Yayasan Al-Mukhlisin pada hari kamis 16 juli 2026 sekitar pukul 7 pagi sampai selesai yang diikuti oleh siswa SMP dan SMK Badrul Ulum Pancong-Dhu'uman, Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan melalui perpaduan edukasi teknologi dan inovasi pengelolaan sampah.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai Internet Sehat, yang membahas pentingnya menggunakan internet secara aman, bijak, dan bertanggung jawab. Mahasiswa memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai cara memilah informasi yang benar, mengenali berita hoaks, menjaga etika dalam bermedia sosial, serta melindungi data pribadi ketika beraktivitas di dunia digital.

Selanjutnya, mahasiswa memperkenalkan Artificial Intelligence (AI) sebagai teknologi yang berkembang pesat dan mulai dimanfaatkan dalam berbagai bidang, khususnya pendidikan. Dalam sesi ini, siswa dikenalkan pada berbagai contoh penggunaan AI sebagai media pendukung pembelajaran, sekaligus diberikan pemahaman mengenai pentingnya memanfaatkan AI secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab.
Mahasiswa Pengabdian Kelompok 18 UTM bersama siswa Yayasan Al-Mukhlisin usai sosialisasi DiGreen, Foto. Pewarta
Selain penyampaian materi, mahasiswa Pengabdian Kelompok 18 juga menghadirkan tiga stand edukatif yang dapat dikunjungi secara bergantian oleh para siswa.

Stand pertama adalah Budikdamber (Budidaya Ikan Dalam Ember) yang menampilkan demonstrasi budidaya ikan lele menggunakan ember sebagai media pemeliharaan. Di bagian atas ember dipasang wadah tanam yang ditanami pakcoy, Sawi sehingga budidaya ikan dan tanaman dapat dilakukan secara bersamaan dalam satu media. Melalui demonstrasi tersebut, siswa diperkenalkan pada konsep budidaya terpadu yang sederhana, hemat tempat, dan mudah diterapkan di lingkungan rumah. Selain menghasilkan ikan lele, sistem Budikdamber juga memungkinkan masyarakat memanen sayuran, sehingga dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus memanfaatkan lahan yang terbatas.

Selanjutnya, para siswa mengunjungi Stand Bank Sampah. Pada stand ini, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah melalui pemilahan sampah organik dan anorganik, mekanisme pengelolaan bank sampah, serta manfaat yang dapat diperoleh, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi. Mahasiswa juga memperkenalkan inovasi bank sampah yang telah dirancang sebagai media edukasi agar dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

Stand terakhir menampilkan demonstrasi pembuatan key chain berbahan dasar limbah tutup botol plastik. Mahasiswa memperagakan setiap tahapan pembuatannya, mulai dari memotong tutup botol menjadi bagian-bagian kecil, menyetrikanya hingga menyatu, mencetaknya menjadi berbagai bentuk, kemudian memasang ring gantungan kunci. Demonstrasi ini menunjukkan bahwa limbah plastik dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan antusias. Para siswa aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan mengikuti setiap demonstrasi yang disajikan oleh mahasiswa. Kegiatan ini menjadi wujud nyata tema DiGreen, "Satu Sentuhan Digital, Sejuta Aksi untuk Bumi," yang menggabungkan literasi digital dengan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai mahasiswa Pengabdian masyarakat Kelompok 18 Universitas Trunodjoyo Madura secara simbolis menyerahkan inovasi Bank Sampah kepada pihak Yayasan Al-Mukhlisin. Penyerahan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang terus dimanfaatkan oleh pihak sekolah sehingga budaya memilah dan mengelola sampah dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh seluruh warga sekolah.

Ketua Pengabdian masyarakat Kelompok 18 Universitas Trunodjoyo Madura, Ahmad Riyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa dalam menjawab tantangan era digital tanpa mengesampingkan kepedulian terhadap lingkungan.

"Melalui kegiatan DiGreen ini kami berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya menggunakan internet dan AI secara bijak, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan melalui inovasi sederhana seperti Budikdamber, pengelolaan bank sampah, serta pemanfaatan limbah plastik menjadi produk bernilai. Semoga semangat 'Satu Sentuhan Digital, Sejuta Aksi untuk Bumi' dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Ahmad Riyadi.

Sementara itu, Penanggung Jawab Program Kerja Bank Sampah, Nur Arif, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk membangun budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar.

"Kami berharap sosialisasi ini mampu menumbuhkan kesadaran siswa bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah dan memanfaatkannya kembali menjadi produk yang bernilai. Penyerahan inovasi Bank Sampah kepada pihak Yayasan Al-Mukhlisin menjadi bentuk komitmen kami agar program ini tetap berjalan setelah kegiatan pengabdian masyarakat berakhir dan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi seluruh warga sekolah," tutur Nur Arif.

Melalui program kerja DiGreen, Pengabdian masyarakat Kelompok 18 Universitas Trunojoyo Madura berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat Desa Waru Timur. Sinergi antara literasi digital dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cakap teknologi, kreatif, dan berkomitmen menjaga bumi melalui aksi-aksi sederhana yang berkelanjutan. (*)
_________
*) Pewarta: KKN UTM Kelompok 18.
**) Seluruh isi berita, artikel, atau opini sepenuhnya tanggung penulis, tidak menjadi tanggungjawab redaksi.
-Advertisement-