![]() |
| (Doc. Istimewa) Liem Seeng Tee memulai usaha rokok dari warung kecil di Surabaya |
Perjuangan Dimulai dari Kehidupan yang Sulit
Liem Seeng Tee lahir di Fujian, Tiongkok, lalu datang ke Nusantara saat masih kecil. Masa kecilnya dipenuhi cobaan. Ia kehilangan orang tua sejak usia dini dan harus bertahan hidup dengan bekerja serabutan sambil belajar berdagang.
Setelah menikah dengan Siem Tjiang Nio pada 1912, pasangan ini hidup sederhana di kawasan Gang Gembong, Surabaya. Sang istri berjualan kue, sementara Liem memanfaatkan pengalamannya sebagai pelinting rokok untuk merintis usaha sendiri.
Dari Warung Kecil Menjadi Perusahaan Besar
Modal yang terbatas tidak menghalangi langkahnya. Liem menjual rokok buatannya secara keliling sebelum akhirnya mendirikan perusahaan yang kemudian dikenal sebagai Sampoerna pada 1913. Salah satu produk yang lahir pada masa awal itu adalah Dji Sam Soe, merek yang tetap dikenal hingga sekarang.
Perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus. Kebakaran pabrik, masa penjajahan Jepang, hingga berbagai tekanan ekonomi sempat menghambat perkembangan usaha. Namun, berkat ketekunan dan pengelolaan keuangan yang disiplin bersama sang istri, bisnis tersebut mampu bangkit kembali.
Warisan yang Bertahan Lebih dari Seabad
Liem Seeng Tee meninggal dunia pada 1956, tetapi fondasi bisnis yang dibangunnya terus berkembang melalui generasi penerus keluarga Sampoerna. Kini, nama Sampoerna tetap menjadi salah satu ikon industri rokok nasional dengan sejarah panjang yang telah melampaui satu abad.
Kisah Liem Seeng Tee menunjukkan bahwa kerja keras, keberanian mengambil peluang, dan ketekunan menghadapi kegagalan dapat mengubah kehidupan seseorang. Perjalanannya menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah usaha rumahan mampu tumbuh menjadi perusahaan besar yang dikenal luas hingga saat ini.
(zal/red)
