Harian Cendekia

Smart Teen, Smart Choice: Mahasiswa UNISMA Ajak Pelajar Hindari Pergaulan Bebas

Mahasiswa UNISMA memberikan edukasi pencegahan pergaulan bebas kepada siswi SMAS An-Nur Bululawang, Foto. Pewarta
Hariancendekia.com | Sebanyak 13 mahasiswa dari Himpunan Mahasiswi Administrasi Publik (HIMAPI) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (DPMF) Universitas Islam Malang (UNISMA) menggelar sosialisasi pencegahan kenakalan remaja bertema "Smart Teen, Smart Choice: Hindari Pergaulan Bebas" di SMAS An-Nur Bululawang, Kabupaten Malang, Jumat (22/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan pemateri, yaitu M. Fauzan Firjatullah, S.AP, yang menyampaikan materi terkait kenakalan remaja dan pencegahan pergaulan bebas kepada para peserta.

Kegiatan yang berlangsung ini merupakan bagian dari program Kandidat Sarjana Mengabdi Ekuivalensi (KSM-E) yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNISMA, dan diikuti oleh 60 siswi kelas 12 SMAS An-Nur Bululawang.

"Kegiatan ini lahir dari keprihatinan kami terhadap minimnya pemahaman siswi mengenai batasan, bentuk, dan dampak nyata dari pergaulan bebas terhadap masa depan generasi muda, mulai dari menurunnya prestasi akademik, rusaknya moral dan akhlak, hingga risiko terhadap kesehatan fisik dan mental," ujar sagar sebagai ketua kelompok KSM-E.

Dalam sosialisasi tersebut, para siswi dibekali materi mengenai kenakalan remaja mulai dari pengenalan, pemahaman, hingga cara menghindari pergaulan bebas. Sebagai sekolah berbasis pesantren, SMAS An-Nur Bululawang dinilai memiliki fondasi nilai moral dan keagamaan yang kuat, sehingga menjadi modal awal yang mendukung penguatan pesan pencegahan yang disampaikan tim KSM-E.

Selama sesi sosialisasi berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang aktif mengajukan pertanyaan dalam sesi tanya jawab yang berlangsung setelah pemaparan materi. Dialog interaktif ini membuka ruang diskusi yang sehat antara siswa dan narasumber, sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap topik yang dibahas.

Selama sesi tanya jawab, terdapat tiga peserta yang mengajukan pertanyaan secara aktif. Pertanyaan yang diajukan tidak hanya berkaitan dengan kondisi saat ini, tetapi juga kekhawatiran mereka terhadap kehidupan di luar lingkungan sekolah, khususnya ketika memasuki dunia perkuliahan yang memiliki ruang pergaulan lebih luas. Peserta mengungkapkan kekhawatiran akan kemampuan mereka dalam menjaga diri dari pengaruh negatif di lingkungan baru. Selain itu, peserta juga menanyakan cara yang tepat dalam menyikapi teman sebaya yang terlibat dalam kenakalan remaja.

Melalui program ini, tim HIMAPI dan DPM FIA UNISMA berharap para siswi tidak hanya memahami bahaya pergaulan bebas secara teori, tetapi juga tumbuh kesadaran untuk menghindari perilaku berisiko serta membangun karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak baik. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswi UNISMA dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. (*)
_________
*) Pewarta: Mahasiswa KSM-E FIA Unisma.
**) Seluruh isi berita, artikel, atau opini sepenuhnya tanggung penulis, tidak menjadi tanggungjawab redaksi.