Harian Cendekia

Merawat Perabot Kayu Jati agar Tidak Dimakan dari Dalam

Ilustrasi rayap di kayu, Foto. Istimewa
Hariancendekia.com | Kayu jati punya reputasi kuat sebagai material tahan lama. Kandungan minyak alaminya memang membuatnya lebih tahan dibanding kayu lunak. Namun tahan bukan berarti kebal. Jati muda, jati olahan, dan bagian gubal berwarna terang tetap dapat diserang rayap, terutama bila kondisi lingkungannya mendukung.

Bagian Mana yang Rentan

Pada satu batang jati, bagian teras yang berwarna gelap paling tahan karena kandungan zat ekstraktifnya tinggi. Sebaliknya, bagian gubal di dekat kulit jauh lebih lunak dan minim zat pelindung. Perabot yang menggunakan banyak bagian gubal, atau yang dibuat dari jati berusia muda, memiliki ketahanan yang jauh lebih rendah dibanding yang diperkirakan pembelinya.

Papan olahan, veneer, dan bagian belakang lemari yang sering memakai material lebih murah juga menjadi titik masuk yang umum.

Kondisi yang Mengundang Serangan
  • Perabot menempel rapat ke dinding tanpa celah sirkulasi udara.
  • Kaki perabot bersentuhan langsung dengan lantai yang lembap.
  • Ruangan yang jarang dibuka sehingga udara tidak bergerak.
  • Tumpukan kertas, kardus, atau kain di dalam dan sekitar perabot.
  • Kebocoran kecil di dinding atau atap yang membuat area sekitarnya lembap terus-menerus.
Perawatan yang Benar-Benar Membantu

Beri jarak minimal lima sentimeter antara perabot besar dan dinding. Gunakan kaki atau alas agar tidak ada kontak langsung dengan lantai. Bersihkan bagian belakang dan bawah secara berkala, bukan hanya permukaan yang terlihat. Lapisi ulang dengan bahan finishing yang sesuai setiap beberapa tahun agar pori kayu tertutup.

Hindari menempatkan perabot kayu bernilai di ruangan yang lembap seperti dekat kamar mandi atau gudang tanpa ventilasi. Jika ruangan tersebut tidak bisa dihindari, pastikan ada sirkulasi udara dan pemeriksaan lebih sering.

Cara Memeriksa

Ketuk permukaan perabot di beberapa titik dan dengarkan perbedaan bunyi. Bagian yang berongga akan terdengar lebih ringan. Periksa bagian bawah laci dan sisi belakang lemari dengan senter. Perhatikan adanya butiran halus menyerupai bubuk kopi, lubang kecil, atau garis lumpur tipis pada kaki perabot.

Jika Ditemukan Tanda Serangan

Pindahkan perabot ke area terang dan kering, lalu periksa menyeluruh. Jika hanya satu perabot yang terdampak dan tidak ada jalur lumpur di dinding, kemungkinan besar serangannya terlokalisasi. Namun bila ditemukan jalur lumpur pada dinding, kusen, atau lantai, artinya sumbernya berada di bangunan, bukan di perabot.

Pada kondisi tersebut, pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah yang lebih tepat. Penanganan anti Rayap Jogja yang mencakup identifikasi jenis dan pemetaan jalur masuk membantu memastikan perabot pengganti tidak mengalami nasib yang sama.

Perabot jati bisa bertahan puluhan tahun. Yang menentukan biasanya bukan kayunya, melainkan lingkungan tempat ia disimpan. (adv)