![]() |
| (Doc. Istimewa) Mikel Oyarzabal merayakan gol penalti untuk Spanyol |
Penalti Oyarzabal Ubah Jalannya Laga
Momentum penting hadir pada menit ke-22 ketika Spanyol mendapatkan hadiah penalti. Mikel Oyarzabal yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang dan sukses menaklukkan kiper Prancis.
Keunggulan tersebut membuat Spanyol tampil lebih percaya diri hingga turun minum. Sementara itu, Prancis dipaksa keluar dari situasi yang belum pernah mereka alami sepanjang perjalanan di putaran final Piala Dunia 2026, yakni tertinggal dalam pertandingan.
Rekor Tangguh Prancis Akhirnya Terhenti
Gol Oyarzabal tidak hanya mengubah skor, tetapi juga mengakhiri catatan pertahanan Prancis di semifinal Piala Dunia. Berdasarkan data Stats Foot, Les Bleus belum pernah kebobolan dalam pertandingan semifinal sejak gol yang dicetak Kroasia pada edisi 1998.
Artinya, pertahanan Prancis mampu menjaga gawang mereka tetap steril di fase empat besar selama puluhan tahun sebelum akhirnya ditembus oleh Spanyol. Statistik tersebut menjadi gambaran betapa solidnya lini belakang Prancis di panggung terbesar sepak bola dunia.
Catatan Penalti yang Terus Bertambah
Selain memutus rekor pertahanan, laga ini juga menambah catatan yang kurang menyenangkan bagi Prancis. Menurut Stats Foot, Les Bleus kini menjadi tim yang paling sering dihukum penalti dalam sejarah Piala Dunia.
Total 16 penalti telah diberikan kepada lawan-lawan Prancis sepanjang sejarah turnamen. Angka itu menjadi rekor tersendiri dan menunjukkan bahwa mereka lebih sering menghadapi situasi krusial dari titik putih dibandingkan negara lain.
Dengan keunggulan tipis hingga jeda pertandingan, Spanyol berada di posisi yang lebih menguntungkan untuk memburu tiket ke partai final. Namun, menghadapi tim sekelas Prancis, keunggulan satu gol jelas belum cukup untuk memastikan langkah La Roja, sehingga babak kedua dipastikan menjadi penentu nasib kedua raksasa Eropa tersebut.
(*/red)
