![]() |
| Mahasiswa UB melatih warga Bakalankrajan melakukan teknik relaksasi, Foto. Istimewa |
Hariancendekia.com | Sebanyak 41 dari 68 warga pra-lansia dan lansia di RW 04 Kelurahan Bakalankrajan, Kota Malang, teridentifikasi mengalami hipertensi. Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) pun menggelar program SEHATI untuk membantu warga mengelola stres dan kecemasan yang dapat memengaruhi tekanan darah.
Program Sehat dan Gembira Hadapi Hipertensi (SEHATI) digelar mahasiswa Kelompok 13 Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)/KKN Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UB bersama Kader Posyandu Melati 4 Integrasi Layanan Primer (ILP) serta perangkat RW setempat.
Kegiatan diawali pembekalan pada Jumat (17/7/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya kolaboratif mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya bidang kesehatan, pendidikan berkualitas, dan kemitraan.
Data Posbindu setempat menunjukkan 41 dari 68 warga yang diperiksa atau sekitar 60,3 persen mengalami hipertensi. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena stres dan kecemasan yang belum terkelola berpotensi memengaruhi kestabilan tekanan darah.
Melalui SEHATI, mahasiswa memberikan edukasi mengenai hubungan kondisi psikologis dengan tekanan darah. Warga juga dibekali teknik relaksasi yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah.
Sebanyak 33 warga dan kader mengikuti kegiatan tersebut, melebihi target 30 undangan. Sebelum praktik, peserta diajak melakukan Brain Gym sebagai ice breaking untuk menyegarkan fokus dan perhatian.
Sesi kemudian dilanjutkan dengan praktik Relaksasi Benson dan Relaksasi Otot Progresif. Mahasiswa dan panitia memandu peserta melakukan teknik tersebut untuk membantu meredakan stres dan kecemasan.
“Terima kasih kepada adik-adik KKN Universitas Brawijaya yang telah memberikan edukasi dan pelatihan kepada warga. Kami berharap warga dapat mandiri menerapkan manajemen stres di rumah,” kata Ketua RW 04 Kelurahan Bakalankrajan, Sumaji.
Salah satu peserta juga mengaku merasakan manfaat kegiatan tersebut. “Saya jadi lebih rileks dan senang bisa ikut acara ini,” ujarnya saat sesi evaluasi.
Untuk menjaga keberlanjutan program, mahasiswa membagikan leaflet edukasi kepada penderita hipertensi dan keluarga. Kader Posyandu Melati 4 juga diharapkan mendampingi praktik relaksasi dalam kegiatan posyandu rutin dan pemeriksaan kesehatan berkala. (Red)
