Harian Cendekia

Video Viral Dugaan Asusila di Pinggir Sungai Brantas Malang Diselidiki Polisi, Identitas Pelaku Masih Diburu

Polisi menyelidiki lokasi dugaan peristiwa di pinggir Sungai Brantas, Kabupaten Malang, Foto. Istimewa
Hariancendekia.com | Viralnya video yang memperlihatkan dugaan tindakan asusila sesama jenis di kawasan pinggir Sungai Brantas, Kabupaten Malang, menjadi perhatian publik. Kepolisian bergerak menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri identitas dua pria yang diduga terlibat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Selasa, 28 Juli 2026 sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan tepian Sungai Brantas, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Menurut keterangan sementara, dua pria datang ke lokasi menggunakan sepeda motor Honda Vario berwarna putih. Kendaraan itu diparkir di sekitar area ruko sebelum keduanya berjalan menuju bantaran sungai.

Seorang warga yang kebetulan melintas kemudian melihat dugaan tindakan tidak senonoh yang dilakukan keduanya. Warga tersebut merekam kejadian menggunakan telepon seluler.

Saat mengetahui keberadaan orang lain, dua pria itu langsung meninggalkan lokasi. Rekaman video tersebut sempat diunggah ke status WhatsApp sebelum akhirnya dihapus. Namun, video telanjur beredar luas di berbagai platform media sosial hingga menjadi viral.

Dilansir dari detikJatim, Kasi Humas Polres Malang AKP M. Budiono mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi dan pengaduan masyarakat terkait video yang beredar.

Ia menjelaskan, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan berbagai informasi sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk memastikan kronologi kejadian.

Budiono menambahkan, hingga kini penyidik masih mendalami identitas kedua pria yang ada dalam video beserta motif di balik dugaan peristiwa tersebut.

"Setelah menerima informasi dan adanya pengaduan masyarakat terkait video yang beredar, kami langsung mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian. Kami juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mengumpulkan informasi untuk kepentingan penyelidikan," ujar Budiono.

Ia menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi mengimbau masyarakat tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi sembari menunggu hasil penyelidikan resmi.

(red)