Harian Cendekia

Khofifah Klaim Kemiskinan Ekstrem Jatim Tinggal 0,29 Persen, Target Nol Persen Dikejar

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Foto. Istimewa
Hariancendekia.com | Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengklaim angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur turun hingga tersisa 0,29 persen berdasarkan data Maret 2026. Pemprov Jatim menargetkan angka tersebut bisa ditekan hingga nol persen.

Khofifah menyampaikan capaian itu saat memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10).

Menurut Khofifah, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat melalui berbagai program penanggulangan kemiskinan.

Salah satu upaya yang menjadi andalan Pemprov Jatim adalah program Jatim Sejahtera, yang merupakan bagian dari pilar Nawa Bhakti Satya.

"Berdasarkan data per Maret 2026, kemiskinan ekstrem di Jawa Timur karena kerja keras kita semua nyaris berhasil kita tuntaskan karena berada pada angka 0,29 persen," ujar Khofifah.

Dia mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Khofifah berharap tren penurunan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur terus berlanjut hingga target nol persen dapat tercapai.

Meski demikian, angka 0,29 persen tersebut masih menunjukkan adanya penduduk yang berada dalam kondisi kemiskinan ekstrem. Karena itu, upaya penanganan tetap diperlukan agar kelompok masyarakat paling rentan dapat memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar dan kesejahteraan.

Data yang disampaikan Khofifah merujuk pada periode Maret 2026. Untuk melihat perkembangan secara menyeluruh, diperlukan perbandingan dengan data periode sebelumnya serta rincian jumlah penduduk yang masih masuk kategori kemiskinan ekstrem. (Red)

Punya gagasan, atau informasi menarik di sekitar Anda? Kirimkan sekarang

Kirim Tulisan