![]() |
| (Doc. Istimewa) Tim robot Richie ITS merayakan kemenangan usai menjuarai KRAI 2026 di Universitas Jember |
Kompetisi robotika tingkat nasional ini diikuti 28 tim dari perguruan tinggi negeri dan swasta di berbagai daerah. Seluruh peserta menampilkan inovasi, kreativitas, dan kemampuan teknologi robotika dalam rangkaian pertandingan yang berlangsung kompetitif.
Babak final berlangsung di luar dugaan. Robot otomatis Maestro Evo sempat mengalami kendala teknis sejak awal pertandingan, padahal pada babak penyisihan hingga gugur tampil dominan mengalahkan lawan-lawannya. Sementara itu, Richie ITS mampu menjaga performa hingga akhirnya memastikan kemenangan dengan selisih skor yang cukup jauh.
Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas dedikasi dan semangat yang ditunjukkan selama kompetisi berlangsung.
"Sesungguhnya yang paling mengesankan bukan robotnya, melainkan orang-orang di balik robot tersebut. Ketekunan, kolaborasi, dan keberanian untuk terus mencoba ketika orang lain memilih berhenti adalah nilai yang sesungguhnya," ujarnya.
Menurut Iwan Taruna, KRAI bukan sekadar ajang adu kecanggihan teknologi, tetapi juga wadah membentuk karakter, kerja sama, dan daya juang mahasiswa. Ia berharap semangat belajar, berinovasi, dan berkolaborasi terus berlanjut meski kompetisi telah berakhir.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., turut mengucapkan selamat kepada seluruh peserta, khususnya ITS yang akan membawa nama Indonesia di tingkat internasional.
"Juara pertama akan mengemban amanah untuk membawa nama Indonesia di Hong Kong. Semoga perjuangan berikutnya mampu membuat Merah Putih berkibar di panggung internasional. Gelar juara merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk terus bangkit," katanya.
Ia juga mengapresiasi Universitas Jember sebagai tuan rumah yang dinilai sukses menyelenggarakan KRAI 2026 melalui kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, kompetisi ini menjadi bukti berkembangnya inovasi robotika Indonesia sekaligus melahirkan talenta yang siap bersaing di tingkat dunia.
Pada KRAI 2026, posisi juara kedua diraih Maestro Evo dari Universitas Negeri Yogyakarta, sedangkan juara ketiga diraih Lahbako-san dari Universitas Jember. Richie ITS juga meraih penghargaan Best Design, sementara Best Strategy diraih Maestro Evo UNY, Best K3 diraih Garudago Institut Teknologi Bandung, Best Innovation diraih Lahbako-san UNEJ, Best Spirit diraih Napopa Universitas Tadulako, dan Best Sportivitas diraih Barelang V Politeknik Negeri Batam.
(*/red)
